Sudah Foreplay Maksimal Tapi Penetrasi Sulit Dilakukan

Sudah Foreplay Maksimal Tapi Penetrasi Sulit Dilakukan

detikHealth
Rabu, 13 Jul 2016 18:12 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Sudah Foreplay Maksimal Tapi Penetrasi Sulit Dilakukan
Foto: thinkstock
Jakarta - Salam kenal Dok, saya dan suami baru menikah sekitar 3 minggu yang lalu. Tapi sudah hampir 1 bulan saya dan suami belum bisa juga melakukan hubungan intim dikarenakan setiap suami mau melakukan penetrasi miss v dan paha saya selalu tegang sehingga susah untuk suami melakukan penetrasi.

Saya pun merasa miss v saya terlalu sempit Dok sehingga perih sekali ketika baru mau melakukan penetrasi, padahal kami juga sudah foreplay semaksimal mungkin. Mohon Dok untuk solusinya. Terimakasih.

Selly (Wanita, 24 tahun)
sellyXXXXXXX@gmail.com
Tinggi 164 cm, berat 57 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Masih terlampau dini untuk menganggap Anda mengalami 'vaginismus', yaitu spasme otot vagina pada sepertiga luar dindingnya yang menyebabkan penutupan lubang vagina sehingga penis tidak dapat penetrasi.

Masalahnya, yang Anda alami amat kerap terjadi pada pasangan pengantin baru. Patut diketahui, hubungan seksual memerlukan proses belajar, ibarat orang belajar mengendarai sepeda, ada proses jatuh bangunnya. Apalagi, proses hubungan dua insan di atas ranjang, yang perlu saling adaptasi secara fisik dan psikis (emosi, mood).

Dalam proses adaptasi, tidak usah penetrasi penis dulu, lakukan rabaan, sentuhan pada zona-zona erotik tubuh masing- masing secara manual dan oral (bila berkenan).

Melalui proses adaptasi ini diharapkan otot vagina akan rileks, tidak tegang, saat penis menghampiri vagina untuk penetrasi. Juga lakukan 'kegel exercise' yaitu gerakan-gerakan seperti orang ingin kencing lalu menahannya, secara berulang-ulang. Kegel exercise akan membuat otot-otot sekitar vagina Anda lentur, rileks dan tidak spasme.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (hrn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads