Yang ingin saya tanyakan biasanya saat saya merasa bahwa akan flu saya selalu minum obat flu dan pilek untuk dopingnya, apakah itu tidak masalah untuk kesehatan ginjal saya? Mungkin bisa diberikan rekomendasi obat yang cocok untuk saya, dan apakah penyakit ini bisa disembuhkan? Terimakasih atas waktunya.
Siti (Wanita, 22 tahun)
hasanahXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 156 cm, berat 46 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencermati keluhan Anda, besar kemungkinan diagnosis mengarah ke sinusitis kronis atau rinosinusitis kronis.
Antibiotik spektrum luas dengan target organisme penghasil beta-lactamase dan resisten terhadap S. pneumoniae sebaiknya digunakan bila terdapat:
1. Tak berespon dengan antibiotik lini pertama
2. Penyakit kronis atau berulang, sedang hingga berat
3. Komplikasi atau penyakit yang berpotensi menjadi komplikasi (termasuk keterlibatan frontal atau sfenoid)
4. Risiko tinggi untuk berbagai organisme yang resisten antibiotik lini pertama: terapi antibiotik 30–90 hari terdahulu, kehadiran daycare, usia < 2 tahun, rerata endemis patogen resisten tinggi.
Dokter akan merekomendasikan amoxicillin-clavulanic acid, cefuroxime dan sefalosporin generasi ketiga seperti: cefpodoxime dan cefdinir.
Pada anak atopik dengan sinusitis kronis, amoxicillin dan trimethoprim-sulfamethoxazole terkait erat dengan rerata respon yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan erythromycin atau antihistamin/dekongestan oral tanpa antibiotik.
Pasien dengan isolat sangat resisten dan/atau penyakit sangat refrakter dapat direkomendasikan oleh dokter untuk diberi terapi intravena dengan agen seperti: cefotaxime, ceftriaxone, cefuroxime, ampicillin-sulbactam, ticarcillin-clavulanate, piperacillin-tazobactam, vancomycin, atau clindamycin.
Untuk sinusitis jamur invasif, surgical debridement dan terapi antijamur sistemik merupakan indikasi.
Pada penderita rinosinusitis kronis, terjadi defisiensi imunoglobulin.
Obat sebaiknya diminum sesuai rekomendasi dokter. Hindari mengobati sendiri atau beli obat tanpa resep dokter, mengingat banyaknya efek samping yang berpotensi terjadi, atau kemungkinan terjadi resistensi (kebal obat).
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan manfaat.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)











































