Obat yang Cocok untuk Sinusitis Kronis

Obat yang Cocok untuk Sinusitis Kronis

detikHealth
Senin, 18 Jul 2016 12:15 WIB
Ditulis oleh:
Obat yang Cocok untuk Sinusitis Kronis
Foto: Getty Images
Jakarta - Salam kenal Dok. Saya didiagnosis dokter menderita gejala sinusitis dikarenakan tulang hidung saya sedikit bergeser. Gejala yang timbul seperti flu berat setahun terakhir ini sering saya alami, bahkan saya sudah tidak bisa minum atau makan makanan yang dingin. Saya sampai tidak bisa mandi dengan air dingin walau masih jam 7 malam, karena keesokan harinya pasti flu berat.

Yang ingin saya tanyakan biasanya saat saya merasa bahwa akan flu saya selalu minum obat flu dan pilek untuk dopingnya, apakah itu tidak masalah untuk kesehatan ginjal saya? Mungkin bisa diberikan rekomendasi obat yang cocok untuk saya, dan apakah penyakit ini bisa disembuhkan? Terimakasih atas waktunya.

Siti (Wanita, 22 tahun)
hasanahXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 156 cm, berat 46 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Mencermati keluhan Anda, besar kemungkinan diagnosis mengarah ke sinusitis kronis atau rinosinusitis kronis.

Antibiotik spektrum luas dengan target organisme penghasil beta-lactamase dan resisten terhadap S. pneumoniae sebaiknya digunakan bila terdapat:
1. Tak berespon dengan antibiotik lini pertama
2. Penyakit kronis atau berulang, sedang hingga berat
3. Komplikasi atau penyakit yang berpotensi menjadi komplikasi (termasuk keterlibatan frontal atau sfenoid)
4. Risiko tinggi untuk berbagai organisme yang resisten antibiotik lini pertama: terapi antibiotik 30–90 hari terdahulu, kehadiran daycare, usia < 2 tahun, rerata endemis patogen resisten tinggi.

Dokter akan merekomendasikan amoxicillin-clavulanic acid, cefuroxime dan sefalosporin generasi ketiga seperti: cefpodoxime dan cefdinir.

Pada anak atopik dengan sinusitis kronis, amoxicillin dan trimethoprim-sulfamethoxazole terkait erat dengan rerata respon yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan erythromycin atau antihistamin/dekongestan oral tanpa antibiotik.

Pasien dengan isolat sangat resisten dan/atau penyakit sangat refrakter dapat direkomendasikan oleh dokter untuk diberi terapi intravena dengan agen seperti: cefotaxime, ceftriaxone, cefuroxime, ampicillin-sulbactam, ticarcillin-clavulanate, piperacillin-tazobactam, vancomycin, atau clindamycin.

Untuk sinusitis jamur invasif, surgical debridement dan terapi antijamur sistemik merupakan indikasi.

Pada penderita rinosinusitis kronis, terjadi defisiensi imunoglobulin.

Obat sebaiknya diminum sesuai rekomendasi dokter. Hindari mengobati sendiri atau beli obat tanpa resep dokter, mengingat banyaknya efek samping yang berpotensi terjadi, atau kemungkinan terjadi resistensi (kebal obat).

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan manfaat.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads