Jika ada cerita di TV yang nada tinggi. Marahnya disertai dengan teriakan dan kadang menangis. Apa yang harus kami lakukan, karena kami belum bisa ke psikologi/dokter tumbuh kembang anak. Mohon dibantu pada jawaban ini.
Andi Hamzah
andiXXXXX@gmail.com
Tinggi 168 cm, berat 68 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halo Pak Andi,
Saya coba jawab pertanyaan Bapak ya. Mengacu pada cerita Bapak, anak pertama Bapak mengalami keterlambatan perkembangan berbicara/berbahasa sehingga dalam mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran mereka melalui tangisan atau teriakan dan bukan secara verbal.
Hal praktis yang bisa dilakukan adalah mencoba memahami apa yang akan disampaikan oleh anak Anda dan sering distimulasi untuk mengembangkan kemampuan berbicaranya.
Hindari terlalu banyak penggunaan gadget (semua alat elektronik yang berlayar) dan lebih banyak melakukan aktivitas nyata sehari-hari misalnya bermain dll.
Mengenai responnya yang berlebihan ketika mendengar suara kencang, mungkin saja anak Bapak mengalami ketidakseimbangan di area auditory processing sehingga pemrosesan sensori melalui auditory-nya tidak optimal. Hal ini memerlukan pemeriksaan lebih mendalam lagi oleh psikolog anak.
Semoga membantu ya Pak.
Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre
Jl. Tebet Barat IX No 11 Jakarta Selatan Telp 021-85585261/087877928230. Follow Twitter Ratih: @ratihyepe. (hrn/vit)











































