Rabu, 20 Jul 2016 15:26 WIB

Sehatkah Jika Beberapa Kepala Keluarga Tinggal dalam Satu Atap?

Foto: Getty Images
Jakarta - Halo Mbak, saat ini saya dan suami beserta anak kami yang bayi sudah 3 tahun tinggal bersama mertua, plus adik ipar saya dan suami dengan anaknya. Total, ada 3 keluarga di rumah ini. Meski sampai saat ini kondisi di rumah kami baik-baik saja, saya suka khawatir jika nanti timbul masalah di antara kami.

Yang saya mau tanyakan, sehatkah jika beberapa keluarga tinggal dalam satu atap? Apalagi saat ini saya juga merasa kurang nyaman. Lalu, apa yang bisa saya upayakan untuk menjaga agar tidak ada masalah di rumah kami ini? Penyebabnya itu tadi, mengingat di rumah kami tinggal 3 keluarga yang menjadi satu. Trims.

Evita (Wanita, 27 tahun)
evita.sariXXXXX@rocketmail.com
Tinggi 161 cm, berat 60 kg

Jawaban

Dear Evita,

Idealnya memang ketika sudah berkeluarga, keluarga baru memiliki tempat tinggal sendiri. Namun, jika kondisinya memang tidak memungkinkan, tidak apa-apa kok tinggal bersama mertua.

Evita menyatakan bahwa saat ini kondisi baik-baik saja, namun Evita merasa kurang nyaman. Pernyataan ini kontradiktif dan saya kurang paham dengan apa yang membuat saat ini Evita menjadi tidak nyaman. Mertua terlalu banyak ikut campur urusan rumah tanggakah, hubungan dengan iparkah, pola pengasuhankah, menjadi tidak mandirikah, atau apa? Jika memungkinkan kirim email kembali ya untuk lebih jelasnya.

Namun, untuk menjawab sehat atau tidaknya beberapa keluarga tinggal di dalam satu atap tidak bisa dijadikan patokan apakah keluarga yang didalamnya akan bermasalah atau tidak bermasalah, karena tanpa keluarga lain dalam satu atap pun masalah akan tetap ada. Hanya saja, setiap keluarga biasanya memiliki nilai-nilai tertentu yang ingin ditanamkan ke keluarganya yang bisa saja bertentangan dengan satu keluarga dengan keluarga lainnya. Biasanya ini yang menjadi pemicu pertengkaran. Misalnya, Evita dan suami hanya mengizinkan anak-anak untuk menonton tv pada jam-jam tertentu, tetapi ipar punya aturan yang berbeda. Anak-anak tentu akan lebih memilih aturan yang lebih menyenangkan. Untuk itu, Evita dan pasangan perlu membuat kesepakatan dan memberikan penjelasan kepada anak-anak bahwa setiap keluarga memang memiliki aturan yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya, saya membutuhkan informasi lebih kondisi rumah saat ini dan kondisi apa yang membuat Evita merasa tidak nyaman. Hal pertama yang bisa Evita lakukan adalah mengkomunikasikan kepada suami kekhawatiran-kekhawatiran apa aja yang Evita pikirkan, diskusikan bagaimana cara untuk meminimalisir kekhawatiran tersebut.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)