Selasa, 26 Jul 2016 12:15 WIB

Penyebab Munculnya 'Mata Panda' Selama Bertahun-tahun

Foto: Thinkstock
Jakarta - Dok, di daerah mata saya cenderung berwarna gelap atau sering disebut orang mata panda, hal ini sudah saya alami kira-kira 5 tahun. Awalnya saya cuek karena saya pikir akibat kurang tidur menurut mitos orang-orang umumnya, namun lama-kelamaan kok tidak pernah hilang padahal siklus tidur saya juga normal.

Apakah ada penyebab secara medis dari mata panda ini? Apakah hal ini gejala yang berbahaya? Bagaimana saran untuk saya dalam mengobati ini?

Maftakhur (Pria, 22 tahun)
rez7makayXXXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm, berat 55 kg

Jawaban

Mata panda (panda eyes atau raccoon eyes) adalah istilah yang sering digunakan di Inggris atau Irlandia untuk menyebutkan daerah gelap di sekitar mata sebagai tanda fraktur dasar tengkorak kepala atau hematoma subgaleal, prosedur operasi kraniotomi yang mengoyak selaput pembungkus otak (meninges), atau kanker tertentu. Mata panda disebut juga ekimosis periorbital.

Perdarahan di kedua sisi otak (bilateral) berlangsung saat fraktur wajah menyobek selaput pembungkus otak (meninges) dan menyebabkan pelbagai pembuluh darah vena di sinus berdarah, mengalir ke vili arachnoid dan sinus-sinus kranial.

Dengan kata lain, darah dari retakan atau fraktur tulang tengkorak kepala merembes atau meresap ke jaringan lunak di sekitar mata. Umumnya raccoon eyes dapat disertai oleh tanda Battle, yakni ekimosis di belakang telinga.

Ekimosis adalah bintik perdarahan subkutan (dari ekstravasasi darah) dengan diameter lebih dari 1 cm. Istilah awam untuk ekimosis adalah memar. Definisi untuk ekimosis yang lebih luas adalah 'berlarinya' darah menuju ke pelbagai jaringan dari pembuluh-pembuluh darah yang ruptur (putus/robek).

Berdasarkan perspektif radiologi, yang dimaksudkan dengan tanda panda (panda sign) adalah petunjuk yang mengindikasikan sarkoidosis, suatu penyakit granulomatosa yang relatif umum, kronis, dan sistemik. Sarkoidosis adalah pertumbuhan sekumpulan sel-sel inflamasi berukuran amat kecil (disebut granuloma) di bagian-bagian tubuh yang berbeda, tersering di paru-paru, kelenjar limfe, mata, dan kulit.

Tanda panda (panda sign) diproduksi sebagai hasil akumulasi sitrat 67Ga di kedua area dari inflamasi (peradangan) akut dan kronis, juga di beberapa keganasan (seperti limfoma, karsinoma bronkogenik, dan melanoma), meskipun mekanisme pasti dari lokalisasi sitrat 67Ga belum sepenuhnya diketahui.

Jadi mata panda adalah salah satu tanda dari cedera kepala (head injury), yang dapat terlihat terutama pada kasus fraktur fossa kranial anterior. Tanda-tanda lain cedera kepala selain tanda panda atau mata panda (raccoon eyes) adalah: anisokoria (ukuran pupil mata berbeda), keluarnya cairan (serebrospinal) dari telinga dan hidung, perdarahan sub konjungtiva tanpa disertai margin posterior. Berdasarkan perspektif radiologi, tanda panda adalah indikasi sarkoidosis.

Boleh jadi persepsi tentang 'mata panda' dari perspektif medis sama sekali berbeda dengan perspektif masyarakat dan awam. Kalau mata panda yang dimaksudkan itu adalah kondisi yang diakibatkan karena kurang tidur sehingga daerah di sekitar mata menjadi gelap, maka hal itu akan dapat menghilang secara otomatis bila kondisi tubuh telah kembali bugar. Cara lain yang boleh dicoba untuk menghilangkan 'mata panda' adalah dengan masker wajah menggunakan ketimun atau bengkuang. Tentunya hal itu dilakukan oleh ahli kecantikan, sepengetahuan atau seizin dokter.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)