Shinta (Wanita, 16 tahun)
shntnurXXXXX@gmail.com
Tinggi 165 cm, berat 55 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, penyebab sinkop dibagi menjadi:
1. Gangguan vaskuler atau vasomotor, dapat berupa: dehidrasi, diuresis, diabetik neuropati, perdarahan (termasuk saat menstruasi atau mimisen), hipotensi postural, atrofi multisistem, dsb.
2. Gangguan jantung, pertimbangkan kondisi: gangguan ritme/irama jantung, miksoma kardiak, takikardi ventrikel paroksismal, dsb.
3. Kondisi situasional, misalnya: sinkop menelan, sinkop setelah makan, sinkop mikturisi, sinkop defekasi, sinkop batuk, sinkop sinus karotid.
4. Gangguan endokrin atau metabolisme, seperti: hipotiroidisme, hipoksemia, pheochromocytoma (tumor pembuluh darah kecil di medulla adrenal), dsb.
5. Gangguan sistem saraf pusat, pertimbangkan riwayat: hidrosefalus, sindrom hiperventilasi, gangguan kejang, serangan panik, narkolepsi, sakit kepala migraine.
Ada sedikitnya 30 kemungkinan diagnosis banding terkait sinkop. Saran saya, segeralah memeriksakan diri ke dokter terdekat untuk mendapatkan tatalaksana yang sesuai. Sebab apa yang Anda keluhkan itu masih belum spesifik mengarah ke diagnosis tertentu, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut. Yang perlu diingat adalah the art of medicine (kedokteran itu seni), sehingga tidak bisa hanya dari keluhan, dokter langsung seketika mendapatkan diagnosisnya.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)











































