Selasa, 02 Agu 2016 15:21 WIB

Istri Takut Suami Selingkuh Lagi, Harus Bagaimana?

Foto: thinkstock
Jakarta - Hai Mbak, mau tanya, saya sudah menikah dengan tiga orang anak. Saya sampai saat ini masih trauma karena suami saya dulu pernah selingkuh. Meskipun sekarang sikapnya sudah baik, tapi saya masih ragu dan takut dia kembali mengulang kesalahan yang sama. Saya harus bagaimana ya Mbak, mengingat saya punya tiga orang anak yang masih membutuhkan keutuhan rumah tangga kami berdua. Terimakasih.

Juniar (Wanita, 40 tahun)
yunniiarsiXXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm, berat 70 kg

Jawaban

Dear Mbak Juniar,

Meskipun saya belum memahami dan menangkap perselingkuhan yang terjadi yang menjadi dasar luka Anda, tetapi perilaku suami rupanya sudah sangat melukai dan menimbulkan trauma pada diri Anda.

Perceraian tidak selalu menjadi jalan keluar, karena tidak jarang luka perselingkuhan terbawa juga ke hubungan selanjutnya dan bisa terbawa ke dalam relasi Anda dan anak-anak.

Mempercayai kembali juga tentu saja tidak mudah, namun, tidak jarang hubungan yang kembali dibangun setelah mengalami perselingkuhan justru menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Suka tidak suka, seringkali dari kasus yang datang ke ruang konseling dan diawali dengan kasus perselingkuhan, justru membuka masalah-masalah yang sebenarnya sudah lama terjadi jauh sebelum perselingkuhan, yang bisa jadi tidak disadari sebelumnya. Dengan terbukanya perselingkuhan, masing-masing pihak bisa lebih terbuka dan saling memperbaiki diri satu sama lain. Tentu saja langkah utamanya adalah menerima bahwa perselingkuhan sudah terjadi, berhenti untuk saling menyalahkan dan memulihkan luka.

Anda mengatakan bahwa Anda sudah memiliki 3 orang anak dalam perkawinan. Anggap saja 'tabungan' kebahagiaan Anda dan pasangan dengan 3 orang anak sudah cukup banyak untuk membantu Anda dan pasangan bertahan, dan jadikan perselingkuhan yang lalu sebagai pembelajaran bersama untuk saling membuka diri dan saling memperbaiki diri. Apa yang baik bagi diri kita, belum tentu baik untuk pasangan, sehingga secara berkala perlu melakukan introspeksi dan eksplorasi.

Memulihkan luka akibat perselingkuhan memang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa dipulihkan. Semakin dalam dan semakin besar lukanya, tentu semakin lama pula pemulihannya dan menjadi semakin penting untuk dipulihkan. Berilah waktu bagi diri Anda dan perkawinan agar dapat pulih kembali.

Hubungi keluarga, saudara, atau sahabat jika Anda membutuhkan dukungan emosional. Saya merekomendasikan buku 'Pelangi di Akhir Badai' karangan Adriana Ginanjar yang bisa Anda baca agar Anda mengetahui bahwa apa yang Anda rasakan saat ini adalah normal pada situasi yang Anda alami, dan hal apa saja yang bisa Anda lakukan untuk memulihkan luka sebelum Anda memutuskan untuk ke profesional. Jika memang Anda merasa membutuhkan pihak netral yang dapat membantu, Anda dapat menghubungi psikolog atau konselor perkawinan untuk melakukan konseling pasangan. Selamat memulai memulihkan diri ya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)