Saya mau bertanya untuk lebih mengetahui sakitnya dan penanganannya bagaimana ya? Karena jika saya minum obatnya saya sembuh seminggu kemudian sakit lagi minum lagi sembuh begitu dan seterusnya. Kurang lebih sudah dari Maret saya merasakan ini. Mohon bantuannya ya, terimakasih.
Sherly (Wanita, 24 tahun)
muts.sherXXXXXX@gmail.com
Tinggi 164 cm, berat 92 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang sekali Anda belum menyebutkan secara pasti keluhan utama, profesi dan kebiasaan Anda sehari-hari, obat yang sudah Anda konsumsi, makanan dan minuman apa saja yang sering Anda konsumsi, berapa lama mengalami hal ini. Misal: sudah mengalami selama tiga bulan, satu tahun, dst.
Mencermati keluhan Anda di atas, besar sekali kemungkinan mengarah ke dispepsia. Dispepsia ini memiliki beragam diagnosis banding, seperti misalnya:
1. Dispepsia fungsional
2. Dispepsia non-ulser
3. Infeksi Helicobacter pylori
4. Gastroesophageal Refluks Disease (GERD, GORD)
5. Penyakit ulkus peptik
6. Sindrom usus rengsa (irritable bowel syndrome)
7. Gastritis
8. Oesophagitis
9. Duodenitis
10. Erosi lambung dan duodenum
11. Perdarahan lambung dan saluran pencernaan bagian atas
12. Cholelithiasis
13. Cholecystitis
14. Nyeri kantung empedu
15. Drug-induced dyspepsia
16. Emboli paru-paru
17. Pleurisy
18. Efusi pleura
19. Penyakit coeliac
20. Penyalahgunaan alkohol
21. Parasit di usus
22. Gangguan sistemik (berupa diabetes mellitus, tiroid, paratiroid, hipoadrenalisme, penyakit jaringan konektif)
23. Malabsorbsi karbohidrat (intoleransi laktosa, fruktosa, sorbitol)
24. Gangguan akibat obat (golongan antibiotik, steroidal anti-inflammatory drugs, zat besi, suplemen potassium, digoksin, dsb)
25. Keganasan di perut (misalnya kanker lambung dan pankreas)
26. Iskemia mesenterik kronis
27. Penyakit pembuluh darah arteri koroner
Untuk menegakkan diagnosis dispepsia fungsional, dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dalam batas normal (perlu dibedakan dengan hipersensitivitas usus, gangguan motilitas, infeksi Helicobacter pylori penyakit refluks non-erosive dengan hanya gejala epigastrik, iritabilitas paskainfeksi, faktor-faktor psikososial), pemeriksaan haemoglobin normal, tes napas urea negatif.
Penanganannya mudah. Pola makan teratur. Maksudnya, kalau terbiasa sarapan jam tujuh pagi, sebaiknya sarapan setiap jam tujuh pagi. Konsumsi buah-buahan sebelum makan. Jus lidah buaya murni baik untuk kesehatan lambung dan saluran pencernaan, dikonsumsi 2-3 gelas sehari, setiap hari, maksimal selama dua minggu, boleh diberi tambahan madu murni. Biasakanlah minum air putih minimal 2-3 gelas setiap bangun tidur dan sebelum tidur malam. Konsumsi banyak buah-buahan dan sayuran.
Hentikan kebiasaan lembur atau begadang. Hindari junk food, semua yang terlalu pedas, asam, masam, beralkohol. Tenangkan pikiran. Milikilah waktu untuk memanjakan diri sejenak setiap harinya minimal selama 30-60 menit untuk membaca buku-buku motivasi dan kitab suci, menulis di buku harian, mendengarkan musik, relaksasi, berolahraga, beraktivitas (bercanda, bercerita, tertawa) bersama sahabat dan keluarga. Berpola hidup sehat, selaras, serasi, dan seimbang, baik jasmani maupun ruhani. Libatkanlah Allah di semua aktivitas dan kehidupan Anda. Bersama Allah, semua mudah.
Bila Anda muslim, alangkah baik bila selalu membiasakan diri dalam kondisi berwudhu, mendirikan salat di sepertiga malam terakhir (tahajjud, hajat), salat dhuha, berzikir, bersedekah setiap hari.
Lakukan saran saya secara rutin setiap hari, selama 1-2 bulan. Bila belum membaik, maka silakan berkonsultasi kembali ke dokter Anda.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)










































