Masa Lalu Kelam dan Keperawanan

Masa Lalu Kelam dan Keperawanan

detikHealth
Senin, 08 Agu 2016 18:09 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Masa Lalu Kelam dan Keperawanan
Foto: thinkstock
Jakarta - Dok, saya ingin bertanya, bagaimana cara menyiasati ketidakperawanan ketika dites? Saya mempunyai masa lalu kelam, saya pernah berhubungan seks dengan pria lain tapi hanya satu dan sudah lama. Meski calon suami saya telah menerima masa lalu saya, namun karena syarat, saya harus menjalani tes keperawanan. Bagaimana solusinya Dok?

Lili (Wanita, 21 tahun)
lili.marriXXXXX@gmail.com
Tinggi 158 cm, berat 41 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah keperawanan (virginitas) sering kali belum berlandaskan kesetaraan gender. Maksudnya, masalah keperjakaan (manhood) tidak pernah dijadikan syarat untuk pernikahan atau masuk institusi pertahanan atau non-pertahanan.

Dari perspektif kedokteran, ketidakperawanan (terkoyaknya selaput dara) bisa terjadi akibat trauma pada rongga pinggul, misalnya terjatuh dari ketinggian. Kadangkala terjadi pada wanita yang hobinya menunggang kuda.

Dengan landasan 'the right to dissent' (hak untuk berbeda pendapat) penyaji rubrik ini menganggap pemeriksaan keperawanan menjelang masuk institusi negara/swasta adalah tidak objektif dari perspektif kedokteran dan tidak adil dari perspektif kesetaraan gender.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (hrn/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads