Terapi untuk Anak dengan Penis Kecil

Terapi untuk Anak dengan Penis Kecil

detikHealth
Kamis, 11 Agu 2016 18:22 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Terapi untuk Anak dengan Penis Kecil
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bagaimana pengobatan atau terapi untuk anak yang punya penis kecil dibandingkan anak seusianya? Anak umur 8 tahun tapi ketika tidak ereksi panjangnya cuma 1-2 cm. Ketika ereksi panjangnya sekitar 3 cm. Tinggi badan 120 cm, berat 30 kg. Berapa ukuran penis standar sesuai umur? Ke dokter spesialis apa untuk berobat? Apa efek samping dari terapi? Terimakasih.

Denada (Wanita)
j4m3sskXXXXX@gmail.com
Tinggi 120 cm, berat 30 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mikropenis adalah penis dengan struktur jaringan dalamnya normal, tapi ukuran panjang dan diameternya di bawah normal. Penis bayi yang baru lahir, panjangnya 2,8 - 4,2 cm dengan diameter 0,9 - 1,3 cm. Pengukuran panjang penis dengan cara menarik penis dengan lembut, lalu diukur dari ujung penis sampai ke pangkalnya.

Micropenis harus ditelusuri penyebabnya, bisa karena gangguan kadar hormon pertumbuhan organ seksual. Hal ini terjadi pada glandula pituitary atau hypothalamus di otak bagian tengah.

Disarankan agar putra Ibu dikonsulkan pada pediatric urologist (dokter spesialis anak denga keahlian di bidang genital anak laki) untuk mencari penyebab dan solusinya. Bila ada gangguan hormon-pertumbuhan (growth hormone) maka akan diberi terapi hormon tersebut untuk merangsang pertumbuhan penisnya.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (hrn/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads