Cara Mempertahankan Ereksi Supaya Tahan Lama

Cara Mempertahankan Ereksi Supaya Tahan Lama

detikHealth
Kamis, 18 Agu 2016 18:10 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Cara Mempertahankan Ereksi Supaya Tahan Lama
Foto: thinkstock
Jakarta - Dokter yang terhormat, hampir 1 tahun belakangan gairah seks saya terhadap istri menurun dengan gambaran, saya susah untuk ereksi dan mempertahankannya sehingga ereksinya tidak sekeras biasanya.

Waktu penetrasi tetap seperti biasa, -+ 8 menit di luar foreplay. Istri saya tetap klimaks duluan sebelum saya. Saya hanya berhubungan dengan istri saja. Biasanya kami berhubungan hampir setiap malam, namun akhir-akhir ini hanya 3 s.d. 4 kali/minggu.

Kami dikaruniai 3 anak (9 tahun, 6 tahun, 2 tahun), kami KB secara alami saja. Dok, bagaimana caranya agar gairah seks dan kekerasan ereksi saya kembali seperti semula?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budiman (Pria, 34 tahun)
budiman_XXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 180 cm, berat 85 kg

Jawaban

Sebagai sosok pria, Anda telah berhasil, hingga dikaruniai 3 anak, juga mampu membuat istri menikmati orgasme lebih awal. Juga frekuensi ML yang sudah tidak lagi tiap hari, masih dapat dimaklumi, serta relatif masih wajar. Hal ini mengingat proses pertambahan usia Anda dan istri.

Gairah seks Anda yang menurun mungkin karena kebugaran fisik Anda terganggu. Hingga berdampak pada ereksi penis yang kurang optimal.
Dianjurkan Anda melakukan general check-up kesehatan dengan petunjuk dokter keluarga Anda.

Jangan abaikan juga untuk exercise fisik secara reguler 3-5 kali per minggu, misalnya 'brisk walking' (jalan cepat) untuk meningkatkan kebugaran jasmani Anda.

Juga kelola stres, rasa galau yang tidak jarang bisa menurunkan gairah seksual disusul kemudian dengan sukar ereksi penis.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (hrn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads