Hampir setiap hari dia tidur di atas jam 2 pagi. Kadang saya tahu dia melihat video porno, tapi saya pura-pura nggak tahu. Soalnya saya sedih. Kalau dia sedang 'ingin' kenapa tidak mengajak istrinya untuk berhubungan, tapi malah menonton video porno.
Asti (Wanita, 22 tahun)
fauziah.XXXX@yahoo.com
Tinggi 155 cm, berat 60 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dear Mbak Asti,
Merupakan sesuatu yang wajar jika Anda bersedih ketika merasa bahwa suami memilih untuk memilih nonton video porno, ketimbang berhubungan dengan Anda. Pada kasus yang datang ke ruang konseling, beberapa istri menyatakan bahwa kebiasaan suami untuk menonton video porno 'menyakiti' diri mereka, karena mereka merasa bahwa mereka tidak cukup baik dan tidak cukup memuaskan suami secara seksual, sehingga suami mereka merasa perlu mencari pemuasan lain.
Namun, pada kenyataannya, Ada banyak pria yang bisa bercinta dengan istrinya namun masih juga menonton video porno. Bukan berarti karena ia tidak mendapatkan kepuasan dari istrinya, tetapi ada kepuasan secara visual di saat ia menonton video porno karena aktivitas bercinta juga bisa lebih memuaskan ketika dibarengi atau dibantu adanya imajinasi atau fantasi pada orang-orang tertentu.
Kebanyakan orang setelah mengetahui bahwa kebiasaan suami untuk menonton video porno, bukan berarti ada yang salah dalam diri mereka, istri memutuskan untuk mendiamkan saja, selama memang tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap hubungan mereka.
Namun, jika ini dirasakan sangat menganggu maka sebaiknya komunikasikan kepada pasangan dengan menanyakan apa yang membuat ia senang menonton film porno. Sampaikan pula apa yang Anda rasakan ketika melihat suami melakukan hal tersebut. Lakukan secara asertif, sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Menampilkan sikap marah-marah bisa jadi tidak membuat suami berhenti, namun mencari cara untuk tetap bisa nonton tanpa Anda ketahui. Atau bahkan Anda bisa memulai dengan respon yang tidak biasa seperti 'apa kamu mau saya berpenampilan/bergaya/mencoba hubungan seks seperti yang ada di film itu?'.
Barangkali itu bisa menjadi diskusi yang membuat Anda berdua lebih bisa jadi saling mengenal harapan dan fantasi pasangan dalam berhubungan seksual. Tentu saja untuk melakukannya tetap butuh kesepakatan kedua belah pihak ya. Selamat berkomunikasi.
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)











































