Angga (Pria, 25 tahun)
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara khusus, sakit perut di bagian kanan bawah, terkait erat dengan tiga hal:
1. Kolonik: mengarah ke diagnosis apendisitis, kolitis, IBD (inflammatory bowel disease), IBS (irritable bowel syndrome).
2. Ginjal: mengarah ke diagnosis nephrolithiasis atau pyelonephritis.
3. Bagi perempuan, merupakan gangguan ginekologis, yang mengarah ke diagnosis: kehamilan ektopik, fibroid, massa sel telur, torsi, PID (pelvic inflammatory disease).
Beberapa petunjuk khas, terkait nyeri perut, misalnya pada ulkus peptikum, yang ditandai dengan: nyeri episodik, perut terasa terbakar, nyeri hilang atau mereda saat diberi makan, terbangun di malam hari karena rasa sakit.
Adapun gejala-gejala pada pasien nyeri perut yang disarankan operasi atau berada dalam kegawatdaruratan medis adalah: demam, muntah berkepanjangan, sinkop atau presinkop (pingsan atau hilang kesadaran), dan kehilangan darah di gastrointestinal.
Untuk lebih memastikan diagnosis, maka pada kasus sakit perut di kanan bawah, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan CT (computed tomography) dengan media kontras intravena.
Saya pikir tidak ada kaitannya dengan operasi usus buntu. Untuk lebih tepatnya, segeralah berkonsultasi ke dokter terdekat, untuk dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis banding, penegakan diagnosis, pemberian tatalaksana dan edukasi yang berkesinambungan.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)











































