Sudah Foreplay Maksimal Tapi Miss V Istri Tetap 'Kering'

Sudah Foreplay Maksimal Tapi Miss V Istri Tetap 'Kering'

detikHealth
Senin, 26 Sep 2016 18:07 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Sudah Foreplay Maksimal Tapi Miss V Istri Tetap Kering
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Dok, saya sekarang umur 31 tahun, istri 30 tahun, menikah April 2012. Punya 2 anak. Saat ini anak kedua full ASI, sampai saat ini kontrasepsi kami hanya kondom. Permasalahan saya adalah mengapa kok vagina istri saya terasa kering, padahal foreplay sudah cukup lama, hal ini kalau tidak salah sejak hamil sekitar usia kandungan 6 bulanan sampai sekarang sehingga sering dengan V-gel.

Hasrat untuk berhubungan ada, akan tetapi ketika payudara, vagina dirangsang katanya kok biasa saja rasanya padahal dulu ketika vagina dirangsang terus terangsang dan lubrikasinya berhasil.

Satu lagi, sampai saat ini istri saya kok belum pernah merasakan orgasme, durasi saat berhubungan bisa sampai 15-20 menitan tanpa kondom, 30 menitan dengan kondom, ereksi normal keras, berbagai gaya sudah dicoba. Apa ada saraf yang bermasalah ya dari permasalahan saya di atas? Terimakasih sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mr Pro (Pria, 31 tahun)

Jawaban

Usia Anda dan istri, 31 dan 30 tahun, relatif masih muda. Juga sudah dikaruniai 2 anak, petunjuk fungsi organ-organ reproduksi Anda dan istri prima. Yang Anda keluhkan tentang istri Anda, agaknya disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon wanita (estrogen, progesteron, oxytocin) yang belum mencapai keseimbangan seperti sebelum ia hamil. Akibatnya, berdampak pada keringnya vagina (sukar lubrikasi) saat ML, sukar orgasme dan rangsangan pada zona erotik tubuh (antara lain buah dada) terasa hambar.

Akan tetapi, hasrat istri untuk bersanggama tetap ada, merupakan petunjuk kadar hormon wanita masih diproduksi dengan baik oleh tubuhnya, hanya belum mencapai kadar hormon optimal. Juga faktor psikis dan kesibukan mencurahkan perhatian untuk memelihara kedua buah hatinya bisa pula berpengaruh pada kehidupan seksualnya sebagai istri Anda.

Disarankan agar istri Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan/spesialis urologi untuk memastikan penyebab dan menentukan pengobatannya.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads