Mengembalikan Nafsu Makan yang Hilang karena Penyakit Liver

Mengembalikan Nafsu Makan yang Hilang karena Penyakit Liver

detikHealth
Rabu, 09 Nov 2016 12:18 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Mengembalikan Nafsu Makan yang Hilang karena Penyakit Liver
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selamat siang Ibu Victoria. Ayah saya didiagnosis malnutrisi dan liver abses multiple. Sudah dilakukan drainase (laparaskopy) hasil kultur pus dan darah ditemukan bakteri Escherichia coli.

Kini berat badannya jatuh yang dahulunya dengan tinggi 163 cm dengan berat badan 59 kg, kini jatuh jadi 45 kg. Keluhan, selera makan tidak ada dan mual-mual. Pertanyaannya bagaimana caranya agar selera makan bapak bisa kembali normal? Dan makanan apa yang harus kami berikan agar daya tahan tubuh bapak kuat?

Untuk saat ini makanan yang diberikan 5 gelas susu ensure + nasi, wortel + putih telur ayam 6 buah + ikan gabus, nila + buah naga, sawo, apel + daging ayam semuanya diblender jadi satu dan itu diberikan setiap harinya. Tapi hingga saat ini berat badan bapak belum berubah. Mohon bantuannya Bu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nusa (Pria, 23 tahun)

Jawaban

Halo Nusa,

Anorexia (kehilangan nafsu makan), mual, perut terasa sakit adalah side effect yang lazim ditemui untuk kondisi medis yang di alami Ayah Anda. Rezim makanannya bagus, cukup rendah lemak karena harus mengikuti low fat diet dikarenakan liver yang tadinya digunakan untuk mengolah lemak dalam keadaan tidak optimal. Begitu pula dengan simpanan karbohidrat (glikogen) yang tadinya ada di hati/liver sekarang tidak bisa menyimpan cadangan karbohidrat.

Sepertinya side effects ini akan berlangsung seterusnya. Untuk memancing nafsu makan, biasanya makanan yang gurih dan renyah lebih bisa ditolerir untuk dicemil. Sup ringan (tanpa krim), dan minuman/makanan yang mengandung jahe juga bisa dicobakan.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria. (hrn/vit)

Berita Terkait