Hamil Muda Bikin Istri Enggan Bercinta, Wajarkah?

Hamil Muda Bikin Istri Enggan Bercinta, Wajarkah?

detikHealth
Jumat, 30 Des 2016 18:22 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Hamil Muda Bikin Istri Enggan Bercinta, Wajarkah?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saya menikah pada 25 september 2016, sampai saat ini kami tinggal di rumah orang tua saya. Pada tanggal 31 Oktober 2016 istri saya memberi kabar bahwa dia hamil, sejak saat itu istri saya jadi susah tidur, tidak mau diajak berhubungan intim, bahkan istri saya tidak mau pulang selama 7 hari (28/10 - 3/11) dengan alasan perubahan hormon katanya.

Apakah yang dilakukan istri saya itu wajar karena hamil muda? Apakah benar saat istri hamil muda kami tidak boleh berhubungan intim dengan alasan bisa menyebabkan keguguran? Usia istri saya 32 tahun.

Subchan (Pria, 34 tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Pada usia hamil muda, apalagi bagi istri Anda merupakan kehamilan pertama, gejolak fisik dan psikis yang bersumber pada perubahan kadar hormon wanita, patut dimaklumi. Rasa waswas dan resah karena ada janin dalam kandungannya, membuat ia enggan melakukan hubungan intim dengan Anda.

Pada trimester pertama sebaiknya dihindari hubungan intim, karena janin tengah tumbuh dan mulai terdeteksi denyut jantungnya pada usia kehamilan 16 minggu. Pada usia kehamilan bulan ke-4 sampai dengan bulan ke-8, boleh melakukan hubungan intim dengan posisi yang tidak menekan perut istri yang tengah membesar.

Misalnya, posisi woman on top; rear entry position (doggie position), yaitu hubungan intim dengan posisi mendekap bokong istri dari belakang. Baik-buruknya posisi senggama saat isteri hamil dapat dilihat pada: andriwanananda.blogdetik.com. Pada usia kehamilan aterm (cukup bulan), sebaiknya juga tidak melakukan hubungan intim

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta. (hrn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads