Melihat reaksi saya, akhirnya istri saya mulai menyadarinya. Hal itu juga terbawa dalam kesehariannya, seolah-olah dia menikmati ketika saya kesakitan di bagian vital saya, sampai-sampai dalam berhubungan seks pun dia melakukan hal rersebut kalau belum puas. Kira-kira apa yang harus saya lakukan Mbak untuk menangani istri yang demikian?
Mr A (Pria, 30 tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dear Mr A,
Berdasarkan munculnya kata-kata 'takut berakhir dengan kekerasan', 'tidak sanggup melawan', 'menikmati saya kesakitan' dalam cerita Anda, biasanya mengindikasikan adanya hubungan yang tidak sehat. Salah satunya yang terlihat adalah ketidaksetaraan relasi antara suami dan istri yang membuat akhirnya salah satu pihak butuh menunjukkan bahwa ia memiliki kekuatan untuk melawan atau menimbulkan rasa takut. Yang menjalani peran dominan bisa saja bergantian.
Dari yang saya baca, bisa saja respons istri terjadi karena selama ini ia 'takut' untuk melawan Anda. Ketika ia menemukan satu cara yang dapat menyakiti dan membuat Anda tidak berdaya, ia akan melakukan hal tersebut secara berulang sebagai kompensasi dari perasaan takut yang selama ini tercipta dalam pertengkaran.
Saya asumsikan permasalahan seperti ini tidak hanya terjadi dalam hubungan seks, tetapi juga dalam permasalahan lainnya, meskipun bentuknya tidak selalu menyasar bagian vital Anda. Permasalahan seperti ini, jika didiamkan, memiliki potensi untuk berkembang menjadi kekerasan yang bisa membahayakan. Sebaiknya konsultasikan ke psikolog perkawinan dan keluarga agar permasalahannya bisa dilihat secara komprehensif.
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/up)











































