Nanda (Laki-laki, 18 tahun)
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
A. Muskuloskeletal, seperti sindrom Tietze, sindrom slipping rib, sindrom kostosternal/kostokondritis, cedera (trauma) dan cedera akibat regangan otot yang berlebihan, nyeri xiphoid (xiphoidalgia), krisis sel sabit vaso-oklusif.
B. Paru-paru atau terkait saluran pernapasan, seperti asma bronkial, bronkitis, pneumonia, pneumothorax, emboli paru-paru, asma varian batuk diinduksi oleh olahraga, sindrom dada akut.
C. Gastrointestinal (terkait lambung dan usus), penyakit refluks gastroesofageal, spasme esofagus, penyakit ulkus lambung, gastritis atau esofagitis dikarenakan obat, kolesistitis.
D. Lainnya, seperti gangguan panik, hiperventilasi, kondisi terkait payudara (pada perempuan), herpes zoster, kompresi tulang belakang atau 'akar' saraf.
Di antara keempat penyebab di atas, maka nyeri dada muskuloskeletal paling sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Solusinya, beristirahat, menenangkan hati (reassurance), analgesia. Bila nyerinya berat, maka dokter akan merekomendasikan pemberian kompres hangat dan pemberian obat golongan anti-inflamasi nonsteroid selama seminggu.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)











































