Gemar Makan Jengkol dan Petai, Adakah Dampaknya Bagi Kesehatan?

Gemar Makan Jengkol dan Petai, Adakah Dampaknya Bagi Kesehatan?

detikHealth
Sabtu, 08 Apr 2017 13:02 WIB
Leona Victoria Djajadi
Ditulis oleh:
Leona Victoria Djajadi
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.
Gemar Makan Jengkol dan Petai, Adakah Dampaknya Bagi Kesehatan?
Foto: detikFood
Jakarta - Mbak, suami saya suka dengan makanan yang bau-bau seperti jengkol dan petai. Seberapa sehat Mbak kalau sering makan jengkol sama petai? Kalau kebanyakan apa benar bisa berpengaruh ke ginjal? Juga menyebabkan urine berwarna putih keruh?

Agar pipisnya nggak terlalu bau, benarkah habis makan kita harus minum vitamin B? Ada efek sampingnya nggak Mbak, makan jengkol lalu diikuti minum vitamin B?

Ayu (Perempuan, 30 tahun)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Hai Mba Ayu,

Kalau jengkol memang terbukti bisa membuat air seni keruh dan membuat batu ginjal kecil dan mengiritasi ginjal. Vitamin B itu vitamin yang larut air, biasanya warnanya berwarna kuning sehingga biasanya kalau sehabis minum supplemen vitamin B, air seni akan berwarna kuning terang.

Nah, biji jengkol sendiri juga mengandung banyak vitamin B sehingga efek dari djenkolic acid tidak terlalu terlihat. Jadi kalau memang suka sekali makan jengkol, bisa ditambah minum vitamin B kompleks.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.

(hrn/vit)

Berita Terkait