Jakarta -
Saya pernah hampir melakukan hubungan badan di mana saya dan pasangan sudah sama-sama bergairah namun saya menolak untuk memasukan penis ke vagina. Tapi cairan dari vagina dan sperma pasangan tetap keluar di luar. Apakah saya berisiko hamil? Dan apakah saya bisa tertular penyakit seks Dok? Terimakasih.S (Perempuan, 22 tahun)Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari uraian Anda terkesan, cairan yang keluar dari vagina Anda adalah normal, cairan yang dikenal sebagai lubrikasi vagina, dipicu oleh foreplay yang menggairahkan. Sperma dari pasangan yang keluar saat ejakulasi, akibat rangsangan seksual yang memuncak, juga normal.
Tapi, selama spermatozoa (sel jantan) tidak berjumpa dengan sel betina (ovum) Anda di dalam rahim Anda, maka tidak akan terjadi kehamilan. Juga patut dipahami, kehamilan akan terjadi saat hubungan intim (penetrasi penis ke dalam vagina) dilakukan saat wanita pada masa subur.
Dr. Andri Wanananda MSAnggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
(hrn/up)