Ratu (Perempuan, 23 tahun)
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Anda menikah, yang mengalami penyesuaian tentu saja bukan hanya Anda dan pasangan, tetapi juga orangtua. Yang sebelumnya terbiasa dengan Anda ada di rumah, nantinya bisa saja Anda sudah tidak bersama lagi. Yang sebelumnya Anda hanya punya satu ibu, tidak lama lagi Anda memiliki dua orang ibu. Jadi sebenarnya kecemburuan dan rasa kehilangan seorang ibu pada situasi seperti ini sebenarnya wajar untuk dirasakan.
Yang mau saya tanyakan adalah apakah kecemburuan ibu memang beralasan? Misalnya, memang Anda lebih sering berhubungan/ berinteraksi dengan calon mertua ketimbang dengan ibu Anda. Atau, selama ini hubungan Anda dan ibu sangat dekat, sehingga kedekatan dengan calon ibu mertua membuat ia merasa takut kehilangan Anda setelah nantinya menikah. Perasaan bersalah juga boleh kok untuk muncul. Sekarang tinggal bagaimana meyakinkan ibu bahwa sedekat apapun Anda dengan ibu mertua, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisinya sebagai ibu kandung Anda.
Hal ini juga bisa jadi bahan diskusi bersama suami. Misalnya, bagaimana membagi perhatian kepada orangtua dan mertua, baik dari Anda dan maupun pasangan. Bagaimana menghabiskan waktu lebaran bersama keluarga, misalnya tahun ini bersama orangtua Anda dan tahun depan bersama orangtua suami dan dilakukan secara bergantian.
Hal seperti ini terlihat seperti sederhana, hanya saja terkadang bisa menimbulkan masalah ke depannya. Bisa jadi nanti tidak hanya ibu yang cemburu bukan? Tetapi juga mertua cemburu pada ibu Anda. Pada situasi seperti itu, kesepakatan Anda dan pasangan yang dibutuhkan untuk saling menguatkan bahwa apapun yang kalian lakukan, kalian tidak pernah berniat untuk menomorsatukan salah satu dari orangtua kandung maupun mertua.
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/up)











































