Perut Sering Sakit dan Kram Tiap Habis Makan, Tanda Sakit Apa Dok?

ADVERTISEMENT

Dokter Menjawab

Perut Sering Sakit dan Kram Tiap Habis Makan, Tanda Sakit Apa Dok?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 17 Nov 2022 09:01 WIB
Abdominal pain patient woman having medical exam with doctor on illness from stomach cancer, irritable bowel syndrome, pelvic discomfort, Indigestion, Diarrhea, GERD (gastro-esophageal reflux disease)
Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Jakarta -

Pertanyaan:

Halo Dok, saya beberapa kali merasakan hal ini tapi dalam jarak waktu beberapa bulan. Ini terjadi setiap kali saya melewatkan makan siang.

Lalu makan di malam hari, sekitar pukul 18.00-20.00, dalam porsi tidak terlalu banyak. Namun, satu jam kemudian perut terasa sangat kenyang, kram, lebih sakit daripada nyeri menstruasi. Salah gerak makin sakit.

Setelah mereda, nyerinya masih tapi tidak sekuat sebelumnya dan itu hingga beberapa jam kemudian. Lalu besok paginya, sering BAB. Mohon penjelasannya Dok, terima kasih.

Yanti (wanita, 18 tahun)

Jawaban:

Rasa nyeri yang muncul setelah makan bisa disebabkan oleh kelainan dari dalam saluran cerna atau di luar saluran cerna. Penyebab yang berasal dari dalam saluran cerna yang paling sering adalah adanya iritasi atau luka di lambung atau usus dua belas jari.

Apalagi kalau ada riwayat pola makan yang tidak teratur sebelumnya, dan sering makan makanan yang merangsang produksi asam lambung, seperti makanan spicy atau pedas, asam dan lain-lain.

Sedangkan kelainan di luar saluran cerna yang paling sering adalah batu empedu di kantong empedu. Kelainan ini bisa disebabkan karena adanya endapan kolesterol dan bilirubin yang mengeras dan membentuk batu. Walaupun bisa juga akibat terbentuknya batu pigmen.

Kelainan ini biasanya tanpa gejala. Namun, bisa menyebabkan nyeri apabila batu menyumbat saluran empedu karena ukurannya yang besar atau timbul infeksi dan peradangan.

Nyeri akibat adanya batu empedu ini biasanya bersifat mendadak, disertai kram dan kualitas nyeri yang bervariasi dari ringan sampai hebat.

Untuk membedakan kedua kelainan diatas diperlukan pemeriksaan yang teliti oleh dokter dan dilakukan pemeriksaan USG abdomen dan endoskopi.

dr Prema Hapsari Hidayati, SpPD, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Makassar

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan terkait berbagai masalah kesehatan dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui form Konsultasi detikHealth, KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.



Simak Video "Dokter Spesialis Sebut Mag Tak Menyebabkan Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT