Incetax Injeksi

Incetax Injeksi

- detikHealth
Rabu, 05 Agu 2009 10:24 WIB
DATA OBAT -
Deskripsi:
Cefotaxime adalah generasi ketiga antibiotika sefalosporin yang mekanisme kerjanya mirip dengan golongan penisilin. Antibiotik-antibiotik β-laktam ini menghambat pembentukan dinding sel bakteri pada tahap III dan tahap akhir dengan berikatan pada satu atau lebih protein-protein pengikat penisilin (PBPs) yang terdapat di membran sitoplasma di bawah dinding sel bakteri yang rentan. Cefotaxime memiliki afinitas yang besar terhadap PBPs Enterobacteriaceae.

Komposisi:
Tiap vial berisi cefotaxime sodium setara dengan cefotaxime 1,0 g.

Indikasi:
Incetax digunakan untuk penyakit infeksi berat, terutama infeksi gram negatif, seperti :
Infeksi saluran pernapasan bagian bawah, termasuk pneumonia, yang disebabkan oleh : S. pneumoniae, S. aureus (penghasil dan bukan penghasil penisilinase), E. coli, Klebsiella sp., H. influenzae (termasuk strain yang tahan terhadap ampisilina), P. mirabilis, S. marcescens, dan Enterobacter sp.
Infeksi saluran kemih dan kelamin yang disebabkan Enterococcus sp., S. epidermidis, Citrobacter sp., Enterobacter sp., E. coli, Klebsiella sp., P. mirabilis, S. marcescens. Juga gonore ringan (uncomplicated) yang disebabkan N. gonorrhoeae (termasuk strain penghasil penisilinase).
Infeksi ginekologis, termasuk penyakit inflamasi pelvis, endometritis dan selulitis yang disebabkan : S. epidermidis, Streptococcus sp., Enterococcus sp., E. coli, P. mirabilis, Bacteroides sp., Clostridium sp., dan Anaerobic cocci (termasuk Peptostreptococcus sp. dan Peptococcus sp.).
Bakteremia/Septikemia yang disebabkan oleh :
E. coli, Klebsiella sp., S. marcescens., S. aureus, dan Streptococcus sp.,Infeksi kulit dan struktur kulit yang disebabkan oleh : S. aureus, S. epidermidis, S. pyogenes, Enterococcus sp., E. coli, Enterobacter sp., Klebsiella sp., P. mirabilis, Pseudomonas sp., S. marcescens, Bacteroides sp, dan Anaerobic cocci.
Infeksi perut yang disebabkan karena E. coli, Klebsiella sp., Bacteroides sp., dan Anaerobic cocci.
Infeksi tulang dan/atau sendi yang disebabkan oleh S. aureus (penghasil dan bukan penghasil penisilinase), Streptococcus sp., Pseudomonas sp., dan P. mirabilis.
Infeksi pasca operasi
Infeksi susunan saraf pusat seperti meningitis dan ventrikulitis yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis, H. influenzae, S. pneumonia, Klebsiella pneumonia dan E. coli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Infeksi saluran kemih & kelamin akibat Enterococcus S. epidemidis, S. aureus, Citrobacter sp, Enterobacter Klebsiella sp, Proteus mirabilis juga gonorrhea ringan yang disebabkan N. gonorrheae penghasil penisilinase.

Infeksi ginekologik & inflamasi pelvis, endometritis & selulitis pelvis akibat Staphilococcus, Streptococcus, Enterococcus, Enterobacter sp, Klebsiella sp, Proteus sp, Bacteriodes sp, Clostridium sp, anaerob kokus.

Bakteriemia/Septikemia akibat E. coli, Serratia Klebsiella sp, S. aureus, Streptococcus sp.

Infeksi kulit & jaringan lunak.

Infeksi intraabdominal termasuk peritonitis.

Infeksi tulang sendi akibat bakteri Gram (+) kokus Pseudomonas sp & Proteus mirabilis.

Infeksi SSP seperti meningitis & ventrikulitis akibat N. meningitidis, H. influenza, Streptococcus pneumonia, E. coli, Klebsiella pneumoniae.

Dosis:
Dewasa
2 – 12 gram dalam dosis terbagi setiap 4 – 12 jam.
Infeksi sedang sampai berat : 1 – 2 g setiap 8 jam.
Infeksi yang memerlukan dosis lebih tinggi (septikemia) 2 g i.v. setiap 6 – 8 jam.
Infeksi yang mengancam kehidupan : 2 g setiap 4 jam.
Infeksi saluran kencing tak terkomplikasi 1 g setiap 12 jam.
Gonore (termasuk PPNG) : 1 g, i.m., dosis tunggal tanpa probenecid.

Anak-anak
> 1 bulan: 100 - 200 mg/kg b.b. sehari dalam dosis terbagi setiap 4 - 8 jam. Dosis lebih tinggi dianjurkan untuk meningitis.
8 - 30 hari : 150 mg/kg b.b. sehari dalam dosis terbagi setiap 8 jam.
0 - 7 hari : 100 mg/kg b.b. sehari dalam dosis terbagi setiap 12 jam.

Pada penderita dengan gangguan ginjal

Creatinin clearance < 20 ml/menit/1,73 m2 : ½ dosis normal

Alternatif lain : creatinin clearance 50 - 10 ml/menit dengan menaikkan interval dosis ke 6 - 12 jam, < 10 ml/menit dengan menaikkan interval dosis ke 12 jam. Dosis supplemen setara dengan 50 % dosis pemeliharaan diberikan setelah hemodialisis

Pembuatan larutan injeksi
Ukuran KemasanCara InjeksiPenambahan air untuk injeksi
Vial, 1,0 g
i.m.                  3 ml
Vial, 1,0 g  
i.v.      
10 ml
Pemberian i.v.
i.v., intermitten:untuk larutan 1 g/10 ml atau 2 g/10 ml diinjeksikan 3 - 5 menit.
i.v., infus: rekonstitusi dengan 50 - 100 ml injeksi NaCl 0,9 % atau dekstrosa 5 %, kemudian diinfuskan selama 20 - 60 menit.

Pemberian i.m.
Injeksikan ke dalam gluteus maximus, sebaiknya tidak lebih dari 4 ml untuk sisi kiri atau kanan.

Kemasan:
kotak 1 vial @ 1,0 g dan 1 ampul air untuk injeksi 4 ml

No. Registrasi:
DKL0120926944A1

Produksi:
PT Indofarma TBK
(tbs/tbs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads