Deskripsi:
Simetidin adalah antihistamin penghambat reseptor H2 secara selektif dan reversibel. Penghambatan reseptor H2 akan menghambat sekresi asam lambung, baik pada keadaan istirahat maupun setelah perangsangan oleh makanan, histamin, pentagastrin, insulin dan kafein.
Pada pemberian oral simetidin diabsorbsi dengan baik dan cepat, tetapi sedikit berkurang bila ada makanan atau antasida.
Kadar puncak dalam plasma dicapai dalam 1 – 2 jam setelah pemberian, dengan waktu paruh 2 – 3 jam.
Simetidin diekskresikan sebagian besar bersama urin dan sebagian kecil bersama feses.
Komposisi:
Tiap tablet mengandung simetidin 200 mg.
Indikasi:
Simetidin digunakan untuk penderita tukak lambung dan duodenum, refluks esopagitis dan keadaan hipersekresi patologis, seperti sindroma Zollinger-Ellison.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewasa:
Sehari 3 kali 1 tablet pada waktu makan dan 2 tablet pada waktu akan tidur malam, lama pengobatan minimal 4 minggu.
Dosis pemeliharaan 2 tablet pada waktu malam atau pagi 1 tablet dan malam 1 tablet.
Anak-anak:
Sehari 20 – 40 mg/kg berat badan dalam dosis terbagi.
Pengalaman klinis simetidin pada anak-anak masih terbatas, karena itu, pengobatan dengan simetidin tidak dianjurkan untuk anak-anak, kecuali dokter menganggap manfaatnya lebih besar dari pada resikonya.
Kemasan:
Kotak 10 strip @ 10 tablet
No. Registrasi:
GKL8920907010A1
Produksi:
PT Indofarma TBK
Tersedia di apotik dan toko obat terdekat.
(tbs/tbs)











































