Metoprolol adalah jenis obat beta-blocker yang bekerja dengan cara mempengaruhi tekanan syaraf dalam beberapa bagian tubuh seperti jantung. Obat ini hanya digunakan berdasarkan resep dokter.
Indikasi:
Untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Dosis:
- 5 mg (diberikan IV) selama 2 menit
- Boleh diulangi selama setiap 5 menit untuk total keseluruhan 15 mg
- Berikan dosis oral 15 menit setelah pemberian IV terakhir: 50 mg melalui mulut (per oral) diberikan 4 kali sehari x 48 jam
- Setelah itu: Dosis lanjutan 100 mg melalui mulut (per oral), diberikan 2 kali sehari.
Efek Samping:
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal jantung, hipotermia, impotensi); Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang rentan dan obat dengan kandungan beta1 harus digunakan secara hati-hati pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper- atau hipoglikemia, perubahan pada serum kolestrol & trigliserid.
Instruksi Khusus:
- Amati HR, BP, & ECG selama pemberian IV.
- Setelah pemberian IV pertama, pasien tanpa efek samping terbatas mungkin pemberiannya diubah secara oral dengan target jeda HR antara 50-60 bpm.
- Berkontra-indikasi dengan bradycardia, SBP <100mmHg, sumbatan pada paru-paru, tanda-tanda dari peripheral hipoperfusi.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien penderita bronchopasma, asma, atau penyakit pernapasan lainnya. Gunakan dengan hati-hati pada penderita depresi, pasien dengan peripheral vascular disease (PVD) dan pasien pengguna insulin.
- Beta-blockers mungkin menutupi gejala-gejala hipertiroidisme dan hipoglikemia, dan mungkin memperburuk psoriosis.
- Pasien yang dalam pengobatan jangka panjang tidak boleh menghentikan pengunaan secara tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.











































