Labetalol - Oral

Labetalol - Oral

- detikHealth
Jumat, 02 Jul 2010 16:36 WIB
Labetalol - Oral
Jakarta - Deskripsi:
Labetalol merupakan blocker reseptor alpha-adrenergic dan beta-adrenergic yang digunakan sebagai antihipertensi. Obat ini bekerja dengan cara memblokir reseptor adrenergic yang memperlambat kecepatan sinus jantung, menurunkan resistansi peripheral vascular, dan menurunkan output kardiak.

Indikasi:
Untuk pengobatan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Dosis:
  1. Dosis diberikan sebanyak 100 mg melalui mulut (per oral), 2 kali sehari
  2. Boleh menambahkan dosis hingga 200-400 mg/hari melalui mulut (per oral) setelah 2 minggu
  3. Dosis maksimum: 2400 mg/hari

Efek Samping:
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal jantung, sumbatan jantung, kedinginan, impotensi pada laki-laki); Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang rentan & obat-obatan dengan beta1 harus digunakan secara selektif pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper atau hipoglikemia, perubahan dalam serum kolesterol & trigliserid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Instruksi Khusus:
  1. Berkontra-indikasi dengan bradycardia, sebelumnya ada tingkatan AV block yang tinggi, sindrom sakit sinus dan kegagalan LV yang tak stabil.
  2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien bronchopasma, asma, atau penyakit sumbatan pernapasan. Gunakan dengan hati-hati dengan tingkatan block pertama, depresi, pasien dengan PVD, dan pasien yang menggunakan insulin.
  3. Beta-blocker mungkin menutupi gejala hipertiroid & hipoglikemia dan mungkin memperburuk psoriasis.
  4. Pasien jangka panjang sebaiknya tidak berhenti dengan tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads