Oxprenolol adalah sebuah beta-adrenergic antagonis yang digunakan dalam pengobatan hipertensi, kejang jantung, arrhythmias, dan kecemasan.
Indikasi:
Digunakan dalam pengobatan hipertensi, kejang jantung, arrhythmias dan kecemasan.
Dosis:
- 80-160 mg/hari melalui mulut (per oral) dibagi dalam 2-3 dosis
- Boleh menambahkan dosis setiap 1-2 minggu sampai respon yang adekuat tercapai.
- Dosis maksmum: 320 mg/hari
Efek Samping:
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal jantung, sumbatan jantung, kedinginan, impotensi pada laki-laki); Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang rentan & obat-obatan dengan beta1 harus digunakan secara selektif pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper atau hipoglikemia, perubahan dalam serum kolesterol & trigliserid.
Instruksi Khusus:
- Berkontra-indikasi dengan bradycardia, sebelumnya ada tingkatan AV block yang tinggi, sindrom sakit sinus dan kegagalan LV yang tak stabil.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien bronchopasma, asma, atau penyakit sumbatan pernapasan. Gunakan dengan hati-hati dengan tingkatan block pertama, depresi, pasien dengan PVD, dan pasien yang menggunakan insulin.
- Beta-blocker mungkin menutupi gejala hipertiroid & hipoglikemia dan mungkin memperburuk psoriasis.
- Pasien jangka panjang sebaiknya tidak berhenti dengan tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.











































