Penbutolol

Penbutolol

- detikHealth
Senin, 05 Jul 2010 17:04 WIB
Penbutolol
Jakarta - Deskripsi:
Penbutolol adalah jenis beta-blocker non-selektif. Beta-blocker bekerja dengan cara mempengaruhi respons pada beberapa impuls syaraf di beberapa bagian tubuh tertentu. Sebagai hasilnya, beta-blocker mengurangi kebutuhan jantung akan darah dan oksigen dengan mengurangi beban kerjanya, juga membantu jantung untuk berdetak secara lebih teratur.

Indikasi:
Digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi.

Dosis:
Melalui mulut (per oral) 20 mg sehari 1 kali
Boleh ditingkatkan sampai 40-80 mg/hari

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek Samping:
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal jantung, sumbatan jantung, kedinginan, impotensi pada laki-laki); Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang rentan & obat-obatan dengan beta1 harus digunakan secara selektif pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper atau hipoglikemia, perubahan dalam serum kolesterol & trigliserid.

Instruksi Khusus:
  1. Berkontra-indikasi dengan bradycardia, sebelumnya ada tingkatan AV block yang tinggi, sindrom sakit sinus dan kegagalan LV yang tak stabil.
  2. Gunakan dengan hati-hati pada pasien bronchopasma, asma, atau penyakit sumbatan pernapasan. Gunakan dengan hati-hati dengan tingkatan block pertama, depresi, pasien dengan PVD, dan pasien yang menggunakan insulin.
  3. Beta-blocker mungkin menutupi gejala hipertiroid & hipoglikemia dan mungkin memperburuk psoriasis.
  4. Pasien jangka panjang sebaiknya tidak berhenti dengan tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads