Esmolol adalah agen penutup beta 1-selective (cardioselective) adrenergic receptor. Esmolol mengurangi tekanan dan jumlah kontraksi jantung dengan cara menutup beta-adrenergic receptors di sistem syaraf simpatetik, yang ditemukan dalam jantung dan organ lainnya dalam tubuh.
Indikasi:
Digunakan untuk pengendalian cepat pada detak jantung (ventricular rate).
Dosis:
- Pemberian dosis 500 mcg/kg selama 1 menit.
- Diikuti dengan 50 mcg/kg/menit selama 4 menit.
- Total dosis: 200 mcg/kg
- Boleh berikan dosis kedua 0.5 mcg/kg IV selama 1 menit.
- Dosis lanjutan: 100 mcg/kg/menit
- Besaran infus maksimum: 300 mcg/kg/menit
Efek Samping:
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); efek CV (gagal jantung, hipotermia, impotensi); Efek berturut-turut (bronchospasm pada pasien yang rentan dan obat dengan kandungan beta1 harus digunakan secara hati-hati pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper- atau hipoglikemia, perubahan pada serum kolestrol & trigliserid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Berkontra-indikasi pada pasien penderita bradycardia akut, yang memiliki AV block tingkat tinggi, sindrom sinus, kegagalan LV yang tidak stabil.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien penderita bronchopasma, asma, atau penyakit pernapasan lainnya. Gunakan dengan hati-hati pada penderita depresi, pasien dengan peripheral vascular disease (PVD) dan pasien pengguna insulin.
- Beta-blockers mungkin menutupi gejala-gejala hipertiroidisme dan hipoglikemia, dan mungkin memperburuk psoriosis.
- Pasien yang dalam pengobatan jangka panjang tidak boleh menghentikan pengunaan secara tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.











































