Digoxin

Digoxin

- detikHealth
Senin, 09 Agu 2010 11:59 WIB
Digoxin
Jakarta - Deskripsi:
Digoxin diperoleh dari daun tumbuhan digitalis (daun-daunan yang dipakai sebagai obat memperkuat jantung). Digoxin membantu membuat detak jantung lebih kuat dan dengan irama yang lebih teratur.

Indikasi:
Untuk mengobati gagal jantung kongestif, juga digunakan untuk mengobati fibrilasi atrial, gangguan irama jantung pada atrium (serambi bagian atas jantung yang membiarkan darah mengalir ke jantung).

Dosis:
62.5-250 mcg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek Samping:
  1. Efek samping biasanya dalam kaitan dengan keracunan Digoxin atau kelebihan dosis dan biasanya Digoxin dapat diterima dengan baik apabila diberikan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan untuk gagal jantung kongestif (CHF).
  2. Keracunan Digoxin: Efek GI (N/V, anoreksia, diare, sakit di bagian perut) biasanya merupakan tanda-tanda pertama dari keracunan Digoxin; Tanda-tanda lain dari keracunan Digoxin: Efek CNS (sakit kepala, kelelahan, sakit di bagian wajah, kelemahan, kepeningan, kebingungan mental); Gangguan penglihatan (mengaburkan penglihatan, gangguan warna); Racun bisa menyebabkan efek CV yang serius (memperburuk gagal jantung (HF), arrhythmias, ditemukan adanya konduksi).
  3. Hipokalemia bisa mempengaruhi seseorang pada keracunan Digoxin.
  4. Reaksi hipersensitif yang agak jarang terjadi.

Instruksi Khusus:
  1. Dosis rendah Digoxin (62.5 mcg/hari atau 125 mcg setiap hari lainnya) harus digunakan pada orang yang lebih tua, pasien dengan kerusakan fungsi ginjal atau pasien dengan massa tubuh rendah (kurus).
  2. Dosis muatan tidak diperlukan pada pasien gagal jantung kongestif (CHF).
  3. Hindari pada pasien dengan kardiomiopati obstruktif kecuali jika ada gagal jantung akut, pada pasien dengan sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW); tidak boleh digunakan untuk ventricular arrhythmias.
  4. Gunakan dengan hati-hati pada kasus hambatan jantung parsial, gangguan batang sinus, miokarditis akut, MI (myocardial infarction) akut, gagal jantung parah, penyakit pulmonary akut, pada pasien yang menjalani cardioversion (pertimbangkan menghentikan cardioversion dalam waktu 1-2 hari sebelum prosedur dilakukan) dan dengan obat-obatan lain yang bisa menekan fungsi sinus dan fungsi AV nodal (misalnya, Amiodarone atau beta-blocker).
  5. Hipokalemia, hiperkalemia, hipomagnesemia, hipoksia, dan hipertiroidisme bisa mempengaruhi sensitivitas terhadap digoxin.
  6. Pengawasan tingkat digoxin hanya diperlukan jika diduga terjadi keracunan.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads