Eplerenone obat yang disebut aldosterone antagonist, yang menghambat aksi hormon aldesterone dalam tubuh. Aldosterone penting untuk regulasi tekanan darah.
Indikasi:
Untuk mengobati gagal jantung kongestif setelah serangan jantung, dan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
Dosis:
- Dosis awal: 25 mg melalui mulut (per oral)
- Boleh tambahakan dosis menjadi 50 mg dalam 4 minggu.
- Dosis maksimum: 50 mg/hari
Efek Samping:
Efek CNS (sakit kepala, keadaan mengantuk, ataksia, kebingungan mental); Efek GI (kram, diare); Endokrin & metabolis (gynecomastia, hirsutism, ketidakteraturan menstruasi, impotensi, acidosis sedang, hiponatremia, hiperkalemia, dan peningkatan BUN (blood urea nitrogen) yang temporer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Sebelum memulai terapi, periksa serum K <5mmol/L & Cr<250 micromol/L (2.8 mg/dL)
- Hindari pada pasien dengan hiperkalemia atau kerusakan ginjal akut.
- Gunakan dengan hati-hati padapasien yang berisiko meningkatkan kemungkinan hiperkalemia (misalnya diabetes mellitus, pada orang yang lebih tua, pasien dengan kerusakan hati atau ginjal)
- Serum K dan Cr harus diukur setelah 4-6 hari dari dimulainya pengobatan. (Jika kadar serum K antara 5-5.5 mmol/L, kurangi setengah dosis. Jika kadar serum K >5.5 mmol/L, hentikan pemberian Spironolactone)
- Jika dosis ditingkatkan hingga 50 mg/hari, periksa serum K dan Cr 1 minggu setelah dosis ditingkatkan.
- Serum K dan Cr harus diawasi terus selama terapi.











































