Torasemide merupakan obat jenis loop diuretic (water pill) yang mencegah tubuh dari penyerapan garam yang terlalu banyak, sebagai gantinya, membiarkan garam keluar melalui urine.
Indikasi:
- Untuk mengobati kekurangan cairan (edema) pada penderita gagal jantung kongestif, penyakit hati, atau gangguan ginjal seperti sindrom nefrotik.
- Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
Dosis:
- 10-20 mg melalui injeksi ke dalam pembuluh darah (intra venous).
- Jika reaksi tidak cukup, boleh diulangi setiap 2 jam dan boleh melipatgandakan dosis.
- Dosis maksimum: 200 mg/hari
- 5-10 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
- Dosis maksimum: 20 mg/hari
Efek Samping:
- Efek endokrin & metabolik (hiponatremia, hipokalemia, dan hypochloremic alkalosis khususnya setelah dosis besar atau perpanjangan pemberian, hiperglikemia, glikosuria, hiperuricemia, dan bisa mempercepat encok).
- Tanda-tanda ketidakseimbangan: sakit kepala, kram otot, mulut kering, hipotensi, kehausan, kelemahan, keadaan mengantuk, dan lain-lain).
- Efek lainnya yang agak jarang: mengaburkan penglihatan, kepeningan, hipotensi ortostatik, ruam kulit dan reaksi hipersensitif, tinnitus).
Instruksi Khusus:
- Hindari penggunaan pada pasien dengan insufisiensi anuria atau ginjal yang diakibatkan oleh obat-obatan nephrotoxic atau hepatoxic, atau yang disebabkan oleh hepatic coma.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki atau yang berisiko ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, pada pasien dengan hiperplasia prostatik atau perusakan mikturisi, pasien dengan cirrhosis hati lebih mungkin mengembangkan hipokalemia dan pasien dengan gagal jantung akut lebih mungkin menderita hiponatremia, gunakan dengna hati-hati pada pasien yang diduga memiliki encok.
- Awasi pasien untuk tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.











































