Chlorthalidone merupakan obat jenis thiazide diuretic (water pill) yang membantu mencegah tubuh dari penyerapan garam yang berlebihan, yang bisa menyebabkan fluid retention (edema).
Indikasi:
- Untuk mengobati fluid retention (edema) pada penderita gagal jantung kongestif (CHF), cirrhosis hati, gangguan ginjal, atau edema yang disebabkan oleh penggunaan steroid dan estrogen.
- Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
Dosis:
- 25-100 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
- Dosis maskimum: 200 mg/hari
Efek Samping:
- Efek endokrin dan metabolik (hiperuricemia dan bisa menyebabkan encok pada beberapa pasien, hypochloremic alkalosis, hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesemia, hiperglikemia & glikosuria pada penderita diabetes mellitus atau pasien rentan lainnya); Efek GI (iritasi GI, N/V, konstipasi, anoreksia, diare); Efek CNS (sakit kepala, kepeningan); Efek lainnya (reaksi fotosensitivitas, hipotensi postural, impotensi, reaksi hipersensitivitas).
- Tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit: sakit kepala, kram otot, mulut kering, hipotensi, kehausan, kelelahan, mengantuk, dan sebagainya.
Instruksi Khusus:
- Jangan gunakan thiazide jika GFR (glomerular filtration rate) kurang dari 30 ml/menit kecuali digunakan secara sinergis dengan loop diuretics.
- Hindari pada pasien yang memiliki ketidakseimbangan cairan & elektrolit atau pada mereka yang berisiko mengalami ketidakseimbangan cairan & elektrolit (misalnya orangtua), pasien dengan cirrhosis hati lebih mungkin mengembangkan hipokalemia dan pasien dengan gagal jantung akut lebih mungkin menderita hiponatremia, gunakan dengan hati-hati pada pasien kerusakan ginjal, gunakan dengan hati-hati pada pasien yang diduga mengalami encok dan pasien diabetes mellitus.
- Awasi pasien untuk tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.











































