Chlorthalidone

Chlorthalidone

- detikHealth
Kamis, 12 Agu 2010 16:31 WIB
Chlorthalidone
Jakarta - Deskripsi:
Chlorthalidone merupakan obat jenis thiazide diuretic (water pill) yang membantu mencegah tubuh dari penyerapan garam yang berlebihan, yang bisa menyebabkan fluid retention (edema).

Indikasi:
  1. Untuk mengobati fluid retention (edema) pada penderita gagal jantung kongestif (CHF), cirrhosis hati, gangguan ginjal, atau edema yang disebabkan oleh penggunaan steroid dan estrogen.
  2. Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).

Dosis:
  1. 25-100 mg melalui mulut (per oral), 1 kali sehari.
  2. Dosis maskimum: 200 mg/hari

Efek Samping:
  1. Efek endokrin dan metabolik (hiperuricemia dan bisa menyebabkan encok pada beberapa pasien, hypochloremic alkalosis, hiponatremia, hipokalemia, hipomagnesemia, hiperglikemia & glikosuria pada penderita diabetes mellitus atau pasien rentan lainnya); Efek GI (iritasi GI, N/V, konstipasi, anoreksia, diare); Efek CNS (sakit kepala, kepeningan); Efek lainnya (reaksi fotosensitivitas, hipotensi postural, impotensi, reaksi hipersensitivitas).
  2. Tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit: sakit kepala, kram otot, mulut kering, hipotensi, kehausan, kelelahan, mengantuk, dan sebagainya.

Instruksi Khusus:
  1. Jangan gunakan thiazide jika GFR (glomerular filtration rate) kurang dari 30 ml/menit kecuali digunakan secara sinergis dengan loop diuretics.
  2. Hindari pada pasien yang memiliki ketidakseimbangan cairan & elektrolit atau pada mereka yang berisiko mengalami ketidakseimbangan cairan & elektrolit (misalnya orangtua), pasien dengan cirrhosis hati lebih mungkin mengembangkan hipokalemia dan pasien dengan gagal jantung akut lebih mungkin menderita hiponatremia, gunakan dengan hati-hati pada pasien kerusakan ginjal, gunakan dengan hati-hati pada pasien yang diduga mengalami encok dan pasien diabetes mellitus.
  3. Awasi pasien untuk tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads