Hydralazine adalah sebuah vasodilator yang bekerja dengan cara mengendurkan otot pembuluh darah yang membuatnya melebar. Hal ini menurunkan tekan darah dan membiarkan darah mengalir dengan lebih mudah melalui pembuluh vena dan arteri.
Indikasi:
Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
Dosis:
Gunakan dalam kombinasi dengan Isosorbide
- Dosis awal: 10-25 mg melalui mulut (per oral) 3-4 kali sehari.
- Jika dapat diterima, tingkatkan ke Dosis rumatan: 75 mg melalui mulut (per oral), 4 kali sehari
- Dosis maksimum: 300-600 mg/hari
Efek Samping:
- Biasanya menghilang dengan terapi yang berlanjut: Efek CV (tachycardia, palpitasi, angina, kulit kemerah-merahan); Efek GI (anoreksia, N/V, diare); Efek macam-macam (kepeningan, hidung tersumbat)
- Efek CV lainnya (hipotensi postural, fluid retention, edema); Efek macam-macam lainnya (kenaikan berat badan, gemetar, conjunctivitis, kram otot, lakrimasi)
- Efek yang kurang lazim: kekurangan Pyridoxine yang menyebabkan peripheral neuropathy; Efek hematologis (blood dyscrasia, hemolytic anemia); Efek hepatik (hepatotoxicity); Efek genitourynary (kesulitan buang air kecil, glomerulonephritis); Efek CNS (depresi, cemas); Efek GI (paralytic ileus, konstipasi); reaksi hipersensitivitas; bisa juga menyebabkan kondisi yang menyerupai SLE (systemic lupus erythematosus) ketika perpanjangan dosis tinggi digunakan dan lebih umum terjadi pada wanita dan pada pasien kerusakan ginjal.
Instruksi Khusus:
- Hindari pad pasien dengan tachycardia akut, gagal jantung dengan output kardiak tinggi, dissecting aortic aneurysm, cor pulmonale, atau insufisiensi miokardial sebelum obstruksi mekanikal, idiophatic SLE dan gangguan yang berhubungan.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien penderita penyakit jantung isemik, pasien yang baru mengalami infarksi miokardial (MI), pasien gagal jantung, kerusakan fungsi hati atau ginjal.
- CBC, determinasi antibodi antinuklir dan urinalisis harus dilakukan secara bertahap selama terapi jangka panjang.











































