Prazosin adalah kelompok obat yang disebut alpha-adrenergic blockers. Prazosin bekerja dengan mengendurkan pembuluh darah dan otot di sekitar uretra. Hal ini menurunkan tekanan darah dan meningkatkan gejala urinari yang dihubungkan dengan pembesaran prostat (BPH).
Indikasi:
Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) atau BPH (benign prostatic hyperplasia).
Dosis:
- Dosis awal: 0.5 mg melalui mulut (per oral), 2-3 kali sehari
- Tingkatkan dosis secara bertahap setiap 3-7 hari hingga Dosis rumatan: 3-15 mg/hari melalui mulut (per oral), dengan dosis dibagi.
- Dosis maksimum: 20 mg/hari
Efek Samping:
- Hipotensi postural yang mungkin menjadi parah setelah dosis pertama dan bisa menyebabkan syncope (penyingkatan ucapan) yang mungkin didahului oleh tachycardia.
- Pengaruh yang mungkin berkurang setelah melanjutkan terapi: Efek CNS (kepeningan, sakit kepala, kekurangan energi); Efek GI (mabuk); Efek CV (palpitasi).
- Efek CV lainnya (edema, nyeri dada, dyspnea); Efek GI (konstipasi, diare, muntah); mulut kering); Efek CNS (depresi, kegelisahan, gangguan tidur, vertigo, halusinasi, paresthesia); Efek urinari (frekuensi buang air kecil, incontinence); Efek ophthalmic (pengaburan penglihatan); Efek hepatik (LFTs yang tidak normal, pankreatitis); Efek lainnya (arthralgia, ruam kulit, impotensi, priapism).
Instruksi Khusus:
- Mulai pengobatan dengan dosis rendah, terutama pada malam hari untuk menghindari hipotensi postural.
- Tidak direkomendasikan untuk pengobatan gagal jantung pada penderita obstruksi mekanikal.
- Gunakan dengan hati-hati pada orang yang lebih tua, pada pasien gagal ginjal atau hati, atau pada pasien nyeri dada (angina).











































