Imipenem adalah antibiotik yang melawan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri. Dalam penggunaannya, biasanya disertai dengan Cilastatin. Cilastatin membantu Imipenem bekerja secaralebih efektif dengan mencegah penguraian antibiotik dalam ginjal.
Indikasi:
Untuk mengubati infeksi serius pada sistem pernapasan bawah, kulit, perut, organ reproduksi wanita, dan sistim tubuh lainnya.
Dosis:
- 1-2 gr/hari melalui pembuluh darah (intra venous), dosis dibagi setiap 6-8 jam
- Dosis maksimum: 4 gr/hari atau 50 mg/kg/hari, yang mana saja yang lebih rendah.
Efek Samping:
- Efek GI (diare, N/V, diare/radang usus besar yang dikaitkan dengan antibiotik, perubahan warna lidah/gigi, mengubah rasa); Reaksi hipersensitivitas yang mencakup hipersensitif ringan (misalnya ruam) hingga hipersensitif parah (seperti anaphylaxis) bisa terjadi; Efek lainnya (infeksi caandidal).
- Efek CNS (gangguan mental, kebingungan; Imipenem/cilastatin: seizure dan convulsion telah dilaporkan khususnya pada pasien yang memiliki riwayat luka CNS, dan atau disfungsi ginjal); Efek dermatologis parah yang jarang (misalnya dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, dan lain-lain); Efek hepatik yang jarang.
Instruksi Khusus:
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang alergi penicillin, cephalosporins atau beta-lactam lainnya, pasien dengan kerusakan dinjal.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan CNS (misalnya epilepsi).











































