Teicoplanin adalah antibiotik glikopeptide dan berhubungan Vancomycin, tetapi diproduksi oleh Actinoplanes teichmyceticus. Aksi antibiotik obat ini meliputi penghambatan sintesis peptidoglycan dalam dinding sel bakteri gram-positive.
Indikasi:
Untuk mengobati berbagai macam jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Dosis:
- Pemberian dosis: 400 mg melalui pembuluh darah (intra venous), lakukan setiap 12 jam untuk 3 dosis pertama.
- Dosis rumatan: 400 mg melalui pembuluh darah (intra venous), lakukan setiap 24 jam
Efek Samping:
- Demam, kedinginan, ruam kulit, pruritusm, adakalanya anaphylaxis atau bronchopasma dilaporkan terjadi; umumnya lebih mudah ditoleransi daripada Vancomycin.
- Reaksi hipersensitivitas lainnya bisa terjadi (misalnya sindrom Stevens-Johnson; Efek GI (gangguan GI); Efek CNS (kepeningan, sakit kepala); Efek hematologis; Efek hepatik; Efek pada ginjal (kerusakan ginjal, tetapi tidak lebih sering daripada Vancomycin); Efek ototoxic telah terjadi tetapi tidak lebih sering daripada Vancomycin.
Instruksi Khusus:
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan disfungsi ginjal yang telah ada dan awasi fungsi ginjal dan pendengaran jika terapi diperpanjang.
- Disarankan melakukan pengawasan CBC dan LFTs secara berkala.











































