Timolol adalah obat jenis beta-blocker. Obat ini bekerja dengan cara melawan zat kimia tubuh yang menyusutkan pembuluh darah dan bertentangan dengan kontraksi jantung yang normal.
Indikasi:
Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi).
Dosis:
Pengobatan terakhir (mulai pada saat 7-28 hari setelah MI): 5 mg melalui mulut (per oral) 2 kali sehari, dikali 2 hari dan jika diterima, tingkatkan menjadi 10 mg melalui mulut (per oral) 2 kali sehari.
Efek Samping:
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal jantung, sumbatan jantung, kedinginan, impotensi pada laki-laki); Efek berturut-turut (bronchospasm pada pasien yang rentan & obat-obatan dengan beta1 harus digunakan secara selektif pada pasien ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper atau hipoglikemia, perubahan dalam serum kolesterol & trigliserid).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Berkontra-indikasi dengan bradycardia, sebelumnya ada tingkatan AV block yang tinggi, sindrom sakit sinus dan kegagalan LV yang tak stabil.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien bronchopasm, asma, atau penyakit sumbatan pernapasan. Gunakan dengan hati-hati dengan tingkatan block pertama, depresi, pasien dengan PVD, dan pasien yangmenggunakan insulin.
- Beta-blocker mungkin menutupi gejala hipertiroid & hipoglikemia dan mungkin memperburuk psoriasis.
- Pasien jangka panjang sebaiknya tidak berhenti dengan tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.











































