Benadryl termasuk golongan obat antihistamin. Antihistamin digunakan untuk meringankan atau mencegah gejala demam dan jenis-jenis alergi. Antihistamin bekerja dengan mencegah efek dari zat yang disebut histamin, yang diproduksi oleh tubuh.
Histamin dapat menyebabkan gatal-gatal, bersin, hidung meler, dan mata berair. Histamin juga dapat menyebabkan tertutupnya saluran bronkus (saluran udara dari paru-paru), sehingga membuat sulit bernapas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, karena antihistamin dapat menyebabkan mengantuk sebagai efek samping, beberapa dari golongan obat ini dapat digunakan untuk membantu tidur.
Komposisi
Bahan aktif: Diphenhydramine HCl 25 mg
Bahan tambahan: candelilla wax, colloidal silicone dioxide, crospovidone, hypromellose, microcrystalline cellulose, polyethylene glycol, providone, pregelatinized starch, starch, stearic acid, titanium dioxide, dan talc.
Indikasi
1. Untuk meringankan kondisi alergi
2. Untuk mencegah mabuk perjalanan, mual, muntah, dan pusing
3. Untuk mengurangi kekakuan dan tremor pada penyakit Parkinson
4. Meredakan batuk karena alergi
Dosis
Per oral melalui mulut dengan bentuk sediaan kapsul, tablet, atau liquid:
1. Dewasa dan remaja-25 tahun
50 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan
2. Anak-anak 6-12 tahun
12,5-25 mg setiap 4-6 jam
3. Anak-anak 4-6 tahun
6,25-12,5 mg setiap 4-6 jam
4. Bayi-4 tahun
Penggunaan tidak dianjurkan
Efek samping
Hubungi dokter jika salah satu dari efek samping berikut terjadi:
1.Sakit perut
2. Menggigil
3. Urine dan feses berwarna gelap
4. Batuk
5. Diare
6. Kesulitan menelan
7. Pusing
8. Denyut jantung cepat dan tidak teratur
9. Demam
10. Sakit kepala
11. Gatal
12. Pembengkakan pada kelopak mata atau sekitar mata, wajah, bibir atau lidah
13. Kemerahan pada kulit
14. Kejang
15. Sesak napas
16. Ruam kulit
17. Kesemutan
18. Kelelahan atau kelemahan
Sumber: MayoClinic, RxList, Livestrong.
(ir/ir)











































