Benadryl, Ringankan Kondisi Alergi di Pernapasan dan Demam

Benadryl, Ringankan Kondisi Alergi di Pernapasan dan Demam

- detikHealth
Jumat, 23 Sep 2011 09:36 WIB
Benadryl, Ringankan Kondisi Alergi di Pernapasan dan Demam
Jakarta - Deskripsi

Benadryl termasuk golongan obat antihistamin. Antihistamin digunakan untuk meringankan atau mencegah gejala demam dan jenis-jenis alergi. Antihistamin bekerja dengan mencegah efek dari zat yang disebut histamin, yang diproduksi oleh tubuh.

Histamin dapat menyebabkan gatal-gatal, bersin, hidung meler, dan mata berair. Histamin juga dapat menyebabkan tertutupnya saluran bronkus (saluran udara dari paru-paru), sehingga membuat sulit bernapas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa antihistamin juga digunakan untuk mencegah mabuk perjalanan, mual, muntah, dan pusing. Benadryl mengandung diphenhydramine yang merupakan histamin-blocker. Pada pasien dengan penyakit Parkinson, diphenhydramine dapat digunakan untuk mengurangi kekakuan dan tremor. Diphenhydramine dalam sediaan syrup juga digunakan untuk meredakan batuk karena flu atau demam.

Selain itu, karena antihistamin dapat menyebabkan mengantuk sebagai efek samping, beberapa dari golongan obat ini dapat digunakan untuk membantu tidur.

Komposisi

Bahan aktif: Diphenhydramine HCl 25 mg

Bahan tambahan: candelilla wax, colloidal silicone dioxide, crospovidone, hypromellose, microcrystalline cellulose, polyethylene glycol, providone, pregelatinized starch, starch, stearic acid, titanium dioxide, dan talc.

Indikasi
1. Untuk meringankan kondisi alergi
2. Untuk mencegah mabuk perjalanan, mual, muntah, dan pusing
3. Untuk mengurangi kekakuan dan tremor pada penyakit Parkinson
4. Meredakan batuk karena alergi

Dosis

Per oral melalui mulut dengan bentuk sediaan kapsul, tablet, atau liquid:

1. Dewasa dan remaja-25 tahun
50 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan

2. Anak-anak 6-12 tahun
12,5-25 mg setiap 4-6 jam

3. Anak-anak 4-6 tahun
6,25-12,5 mg setiap 4-6 jam

4. Bayi-4 tahun
Penggunaan tidak dianjurkan

Efek samping

Hubungi dokter jika salah satu dari efek samping berikut terjadi:
1.Sakit perut
2. Menggigil
3. Urine dan feses berwarna gelap
4. Batuk
5. Diare
6. Kesulitan menelan
7. Pusing
8. Denyut jantung cepat dan tidak teratur
9. Demam
10. Sakit kepala
11. Gatal
12. Pembengkakan pada kelopak mata atau sekitar mata, wajah, bibir atau lidah
13. Kemerahan pada kulit
14. Kejang
15. Sesak napas
16. Ruam kulit
17. Kesemutan
18. Kelelahan atau kelemahan

Sumber: MayoClinic, RxList, Livestrong.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads