Etionamid digunakan dengan obat-obatan lain untuk mengobati tuberkulosis (TBC). Etionamid juga dapat digunakan untuk masalah lain yang ditentukan oleh dokter.
Untuk membantu pengobatan TBC sepenuhnya, pasien harus tetap memakai obat ini untuk waktu pengobatan penuh, bahkan jika pasien sudah mulai merasa lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Etionamid menghambat sintesis peptida. Obat ini aktif terhadap spesies mikobakteri. Mempunyai sifat bakteriostatik terhadap Mycobacterium tuberculosis. Selain itu juga aktif terhadap beberapa bakteri, misalnya M. atipikal, M. kansasii dan beberapa strain M. avium leprae yang kompleks.
Indikasi
1. TBC
2. Leprosi
3. Kadang-kadang juga digunakan pada pasien tertentu dengan kondisi medis, antara lain:
a. Infeksi M. atipikal, seperti M. avium complex (MAC)
b. Kusta (penyakit Hansen)
Kontraindikasi
1. Hypersensitivitas terhadap obat ini
2. Severe liver disease
3. Porphyria
Dosis
15-20 mg/kg/hari
Dosis max: 1 g/hari
Efek Samping
Segera periksa ke dokter jika terjadi salah satu efek samping berikut:
1. Kecanggungan atau kehilangan keseimbangan
2. Kebingungan
3. Depresi mental
4. Perubahan mood atau perubahan mental
5. Baal atau kebas, kesemutan, terbakar atau nyeri pada tangan dan kaki
6. Mata atau kulit berwarna kekuningan
Sumber: MayoClinic, Drugs
(ir/ir)











































