Minum aspirin sehari dapat membantu mencegah, bahkan mungkin mengobati kanker. Penelitian yang dipimpin oleh Peter Rothwell dari Universitas Oxford menemukan bahwa aspirin memiliki keuntungan jangka pendek dalam pencegahan kanker.
"Aspirin pun mengurangi kemungkinan penyebaran kanker ke organ lain sekitar 40-50 persen. Hal ini sangat penting karena proses penyebaran kanker atau yang biasa disebut dengan metastasis-lah yang paling banyak membunuh orang," kata Rothwell seperti dilansir dari Reuters, Senin (26/3/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, dalam studi terbarunya yang dipublikasikan di jurnal The Lancet dan The Lancet Oncology, Rothwell mengakui bahwa keterlambatan itu disebabkan karena aspirin hanya mencegah perkembangan awal kanker dan ada jeda waktu panjang diantara tahapan ini.
Rothwell dan timnya menyatakan studi lebih lanjut tentang aspirin sebagai sebuah pengobatan potensial terhadap kanker pada penderita yang penyakitnya belum menyebar pun masih dibutuhkan.
"Tidak pernah ada obat yang mampu mencegah metastasis sebelumnya dan penemuan ini harus difokuskan pada penelitian tentang aspek krusial pengobatan ini di masa depan," kata Rothwell.
Aspirin dikembangkan oleh Bayer sebagai obat yang umumnya digunakan untuk memerangi rasa sakit atau mengurangi demam. Obat ini pun mampu mengurangi risiko penggumpalan di pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke.
Namun di sisi lain, aspirin juga terbukti meningkatkan risiko pendarahan di perut bagi satu pasien per 1000 orang/tahun. Fakta ini memicu perdebatan sengit diantara para dokter untuk menganjurkan penggunaan dosis harian aspirin pada pasien mereka atau tidak.
(ir/ir)











































