Kanker Ovarium

Kanker Ovarium

- detikHealth
Selasa, 24 Nov 2009 10:12 WIB
Kanker Ovarium
DATA PENYAKIT - Deskripsi
Sampai saat ini, kanker ovarium dikenal sebagai "silent killer" karena biasanya tidak ditemukan gejala apapun sampai diketahui telah menyebar ke bagian tubuh lain. Namun sebenarnya bukti baru menunjukkan bahwa kebanyakan wanita mungkin memiliki gejala bahkan sejak tahap awal kanker ini. Jika dideteksi sedini mungkin, kanker ini bisa diatasi. Deteksi dini penting; masih, hanya sekitar 20 persen kanker ovarium ditemukan sebelum pertumbuhan tumor telah menyebar di luar ovarium. Jika dideteksi sedini mungkin harapan hidup jauh lebih tinggi ketimbang ketika kanker terlanjur menyebar ke luar ovarium.

Gejala
Gejala kanker ovarium tidak spesifik dan lebih mirip gejala-gejala umum seperti gejala gangguan pencernaan atau kandung kemih. Seorang wanita dengan kanker ovarium dapat didiagnosis dengan cara membandingkan dengan kondisi lain sebelum akhirnya memahami dia menderita kanker.

Kunci utama untuk memahami kanker ovarium adalah tanda-tanda dan gejala yang terus memburuk. Gejala tersebut meliputi gangguan pencernaan, yang cenderung untuk datang dan hilang atau terjadi dalam situasi tertentu atau setelah makan makanan tertentu. Kanker ovarium, biasanya fluktuatif, konstan, dan secara bertahap memburuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kanker ovarium lebih mungkin dibandingkan perempuan lain untuk secara konsisten mengalami gejala berikut:
* Tekanan pada perut, merasa kenyang, bengkak atau kembung
* Urinary urgensi
* Rasa tidak nyaman atau sakit panggul

Tambahan tanda-tanda dan gejala bahwa wanita mengidap kanker ovarium antara lain:
* Mual
* Sembelit
* Sering buang air kecil
* Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang
* Peningkatan ketebalan perut atau pakaian ketat pas di pinggang Anda
* Sakit saat hubungan seksual (dispareunia)
* Kekurangan energi
* Punggung sakit
* Perubahan menstruasi

Perawatan
Perawatan kanker ovarium biasanya melibatkan kombinasi operasi dan kemoterapi.

Sumber: medlineplus dan mayoclinic.

(tbs/tbs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads