Potter syndrome dan fenotipe Potter mengacu pada sekelompok temuan yang berhubungan dengan kurangnya cairan ketuban dan gagal ginjal pada bayi yang belum lahir. Pada Potter Syndrome, masalah utama adalah gagal ginjal. Gagal ginjal berkembang saat bayi tumbuh dalam rahim. Pada kondisi normal, ginjal biasanya menghasilkan cairan ketuban.
Fenotipe Potter bisa diketahui dari wajah khas yang terjadi pada bayi yang baru lahir ketika tidak ada air ketuban. Kurangnya cairan ketuban disebut Oligohidramnios. Tanpa cairan ketuban, bayi tidak memiliki batntalan di dinding rahim. Akibatnya, tekanan dari dinding rahim menyebabkan penampilan wajah yang tidak biasa, termasuk pada mata. Fenotipe Potter juga dapat menyebabkan anggota badan yang lain tidak normal. Oligohidramnios juga menghambat perkembangan paru-paru, sehingga paru-paru tidak berfungsi dengan baik saat lahir.
Gejala
* Hidung melebar, telinga nampak lebih rendah dari bayi normal, dan dagu kecil
* Ketiadaan urin
* Kesulitan bernapas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perawatan akan dilakukan untuk semua obstruksi urin.
Sumber: medlineplus dan UMM.
(tbs/tbs)











































