Rabu, 20 Jul 2011 13:33 WIB

Mata Malas, Gangguan Mata yang Banyak Dialami Anak

- detikHealth
Jakarta - Deskripsi
Mata malas (ambylopia) adalah pengurangan ketajaman penglihatan yang diakibatkan perkembangan penglihatan yang abnormal selama masa bayi dan anak usia dini (usia 3-5 tahun). Mata malas biasanya hanya mempengaruhi satu mata, namun dapat juga mempengaruhi kedua mata. Ciri fisik mata malas terlihat dari mata terlihat agak menurun.

Penyebab
Mata malas terjadi ketika jalur saraf antara otak dan mata tidak dirangsang dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kondisi di mana otak hanya merangsang satu mata, biasanya karena penglihatan di mata lainnya lemah.

Beberapa penyebab yang lebih umum termasuk:
1. Strabismus, merupakan penyebab paling umum dari mata malas. Strabismus adalah ketidakseimbangan pada otot-otot yang bertanggung jawab untuk mengatur posisi mata. Ketidakseimbangan otot mata mengganggu koordinasi dengan mata yang lain.
2. Anatomi atau kelainan struktural dari mata. Kadang-kadang mata malas merupakan hasil dari suatu kelainan, seperti retina pusat yang abnormal atau area berawan di lensa mata (katarak). Dalam kasus lain, bentuk mata abnormal atau perbedaan ukuran antara mata memberikan kontribusi untuk mata malas.
3. Tumor. Kadang-kadang, mata yang menyimpang adalah tanda pertama dari tumor mata.

Mata malas cenderung ditemui dalam keluarga. Mata malas lebih mungkin dialami anak-anak yang lahir prematur atau mereka yang memiliki keterlambatan perkembangan ketika usia mereka bertambah.

Gejala
Tanda dan gejala mata malas meliputi:
1. Sebuah mata yang tidak simteris ke dalam atau ke luar
2. Gerakan mata yang mungkin tidak bekerja sama
3. Kurangnya persepsi kedalaman

Untuk anak-anak, pemeriksaan mata lengkap biasanya direkomendasikan pada usia antara 3 hingga 5 tahun. Jika Anda melihat mata anak Anda menyimpang setiap saat di luar beberapa minggu pertama kelahiran, konsultasikan dengan dokter anak untuk evaluasi.

Perawatan dan Pengobatan
Idealnya, perawatan mata malas dimulai pada anak usia dini saat hubungan yang rumit antara mata dan otak mulai terbentuk. Perawatan konservatif seperti memakai kaca mata korektif atau eye patches seringkali dapat menurunkan gangguan mata malas. Tergantung pada penyebab dan sejauh mana visi anak terpengaruh.

Pilihan pengobatan dapat mencakup:
1. Memakai kaca mata. Jika kondisi seperti rabun jauh, rabun jauh atau astigmatisme memberikan kontribusi untuk mata malas, kacamata korektif atau lensa kontak dapat diekomendasikan. Terkadang yang dibutuhkan hanyalah kacamata korektif.
2. Eye patch. Untuk merangsang mata yang lemah, dapat menggunakan penutup mata pada mata yang kuat. Pemakaiannya dapat selama dua atau lebih jam sehari tergantung pada beratnya mata malas. Ini membantu bagian otak yang mengelola penglihatan berkembang lebih lengkap.
3. Obat tetes mata. Pemakaian harian atau dua kali seminggu dari obat yang disebut atropin sementara dapat mengaburkan penglihatan pada mata yang kuat. Hal ini akan mendorong penggunaan mata lemah, dan menawarkan alternatif untuk memakai patch.
4. Bedah. Jika anak telah terlahir memiliki mata yang menyimpang, ada baiknya dilakukan pembedahan ada otot mata. Kelopak mata yang menurun atau katarak mungkin juga memerlukan intervensi bedah.

Bagi kebanyakan anak dengan mata malas, perawatan yang tepat memperbaiki penglihatan dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan dan semakin dini pengobatan dimulai akan semakin baik. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan berhasilnya pengobatan semakin besar setelah melewati usia 17 tahun, hasilnya akan lebih baik bila perawatan dimulai pada anak usia dini.

sumber: Mayo Clinic dan WebMD

(ir/ir)