Obesitas dan Diabetes Bisa Dilawan Sekaligus

Obesitas dan Diabetes Bisa Dilawan Sekaligus

- detikHealth
Jumat, 28 Agu 2009 09:45 WIB
Obesitas dan Diabetes Bisa Dilawan Sekaligus
Jakarta - Bagi penderita berat badan berlebih (obesitas) pasti akan dihantui beberapa penyakit yang bisa menyertainya, salah satunya adalah penyakit diabetes. Namun, kini penderita obesitas bisa sedikit berlega hati, karena telah ditemukan obat yang bisa melawan obesitas dan diabetes sekaligus.

Peneliti di Washington baru-baru ini menemukan obat yang bukan hanya bisa menurunkan berat badan seseorang, tapi juga bisa untuk melawan diabetes dan menurunkan kadar kolesterol juga.

Obat tersebut diberi nama fatostatin, obat ini bisa menghentikan tubuh membuat lemak dan sebagai gantinya mengeluarkan energi dari makanan. Peneliti berharap dengan penemuan obat ini bisa membantu melawan obesitas, diabetes dan kolesterol sekaligus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penemuan obat ini juga bisa menghambat seseorang makan berlebihan dan hal ini sangat menarik," ujar Salih Wakil dari Baylor College of Medicine di Texas dan Motonari Uesugi dari Kyoto University di Japan, dalam jurnal Chemistry and Biology, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/8/2009).

Fatostatin adalah obat dengan molekul yang kecil sehingga sangat berpotensial untuk mudah diserap. Obat ini akan bekerja sebagai elemen pengatur antara ikatan sterol dengan protein (SREBPs) yang merupakan faktor turunan dari gen aktif yang terlibat dalam proses pembuatan kolesterol dan asam lemak.

"Obat ini akan menghambat peningkatan berat badan, gula darah dan lemak yang berakumulasi secara genetik sehingga menyebabkan obesitas, meskipun asupan makanannya tidak terkontrol," ujar Salih Wakil.

Penelitian ini sudah diujicobakan dengan hewan percobaan yaitu mencit. Setelah 4 minggu disuntikkan fatostatin, maka berat badan mencit tersebut turun sekitar 12 persen dan kadar gula darahnya turun sekitar 70 persen.

Diharapkan pengembangan dari obat ini nantinya bisa untuk mengobati sel kanker prostat, karena diduga juga bahwa ada hubungan antara kanker prostat dengan obesitas.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads