dr. Kartono Mohammad menjelaskan ada beberapa penyakit kejiwaan dan fisik yang dialami korban bencana yang harus diwaspadai pasca gempa. Pemerintah diimbau untuk lebih proaktif menangani korban gempa tak hanya memberikan pertolongan fisik tapi juga psikis.
Beberapa penyakit yang kemungkinaan timbul akibat gempa adalah:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Penyakit psikologisnya akibat kehilangan rumah, kehilangan anggota keluarganya atau bisa juga trauma karena ketakutan yang mendalam.
- Patah tulang akibat terkena reruntuhan bangunan.
- Penyakit kulit dan diare akibat kurangnya asupan air bersih karena saluran air bersih dan sanitari yang rusak.
- Penyakit pernapasan akibat terpapar udara yang kotor karena banyak bangunan yang roboh.
"Penyakit-penyakit yang biasa timbul setelah gempa biasanya tergantung dari seberapa besar dampak dari kejadian gempa tersebut, seperti seberapa banyak bangunan yang roboh dan lainnya," ujar dr. Kartono Mohammad saat dihubungi detikHealth, Kamis (3/9/2009).
Kartono menambahkan untuk pertolongan pertama korban patah tulang sama seperti korban patah tulang akibat kejadian lainnya dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Dia juga mengingatkan agar diperhatikan penyakit yang timbul di tempat-tempat pengungsian warga sekitar.
"Penyakit yang paling sering menimpa para pengungsi adalah penyakit diare dan saluran pernafasan, hal ini harus segera diantisipasi dengan menyediakan air bersih, cairan agar bisa mengembalikan cairan tubuh yang hilang sehingga tidak mengalami dehidrasi serta obat-obatan dan makanan yang dibutuhkan oleh para pengungsi," ujar mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.












































