Di Amerika Serikat bakteri ini dikenal dengan nama Borrelia burgdorferi sedangkan di Eropa dinamai Borrelia afzelii. Penyakit ini disebarkan oleh kutu yang menggigit kulit dan menginfeksi tubuh. Lyme bukan penyakit menular, tapi penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan di kulit, sendi, jantung dan sistem saraf.
Seperti yang dialami Lauren (20 tahun) yang terkena penyakit Lyme ketika mengunjungi keluarga dan temannya di daerah Wisconsin pada 1999 saat usianya masih baru tumbuh remaja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tubuh Lauren ditemukan dua tanda bekas gigitan yang disebut dengan erythema migrans (EM) yang berjarak 10 cm pada bagian bawah kaki kirinya. EM merupakan salah satu tanda diagnosa yang khas dari penyakit lyme.
Setelah 5 minggu pengobatan, Lauren mengeluhkan sakit dan nyeri pada daerah lutut, pergelangan tangan dan kaki. Dan akhir Juli wajah Lauren memburuk dengan adanya lingkaran hitam di sekitar matanya, Lauren tidak lagi bersemangat dan aktif seperti dulu.
Akhir November 1999, Lauren melakukan beberapa tes darah yang disebut dengan Lyme titers untuk memeriksa antibodinya, namun hasilnya menunjukkan negatif. Diperkirakan hasil negatif tersebut adalah palsu dan menyadari bahwa sistem kekebalan tubuh memegang kendali yang besar.
Setelah 6 bulan perawatan, para dokter terkejut dengan kenyataan bahwa Lauren bangun pagi hari dengan rasa sakit seperti kesetrum di lengan kanan, jari, kaki, leher dan kepala. Bahkan rasa sakitnya itu hampir membuat Lauren tidak bisa mengangkat segelas susu atau mencuci rambutnya.
Karena rasa sakit pada sendi tersebut membuat Lauren harus berjalan pincang dan gerakannya sangat lambat. "Saya merasa sangat kecewa karena tidak cukup kuat untuk melakukan berbagai hal yang menyenangkan bersama anak-anak lain," ujar Lauren, seperti dikutip dari Canlyme, Senin (2/11/2009).
Lauren merasa lelah dengan dirinya sendiri, karena di saat usianya baru 12 tahun tapi dirinya merasa seperti seorang nenek berusia 90 tahun. Saat ini kegiatan Lauren hanya terbatas pada aktivitas sekolah dan tidur saja.
"Saya melakukan semua pekerjaan rumah saya selama pelajaran berlangsung atau saat makan siang, karena saya tahu ketika sudah berada di rumah saya terlalu lelah untuk bisa melakukan hal apapun," ungkapnya.
Sekarang Lauren terbiasa tertidur pada pukul 4.30 sore, ini sangat berbeda dengan kebiasaannya dulu yang tidak akan pernah pergi tidur sebelum pukul 10.00 malam.
Pada tahun 2007 diperkirakan lebih dari 27.000 kasus penyakit Lyme yang dilaporkan di Amerika Serikat. Gejala khasnya adalah sakit kepala, kelelahan dan ruam melingkar di dekat daerah yang digigit yang bisa mencapai diameter 15 cm. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat mempengaruhi jantung dan sistem syaraf serta menyebabkan sakit sendi.
Secara medis penyakit Lyme dijelaskan dalam 3 tahap yaitu awal penyakit yang ditandai dengan peradangan di kulit sekitar gigitan, lalu penyakit menyebar ke hati dan sistem saraf hingga akhirnya mencapai kerusakan saraf motorik dan sensorik yang bisa mengakibatkan radang otak (meningitis) serta radang sendi (arthitis).
Jika dalam waktu dua sampai empat minggu setelah mengalami gejala awal pasien langsung diobati, maka orang tersebut bisa sembuh secara total. "Tapi tidak semua orang bisa sangat beruntung seperti itu," ujar Dr. Paul Auwaerter, direkur klinik penyakit infeksi di John Hopkins University School of Medicine.
Auwaerter menambahkan agak sulit untuk melakukan deteksi dini, karena tubuh butuh beberapa waktu untuk menghasilkan antibodi yang cukup dalam menunjukkan pengujian dan memiliki gejala umum yang mirip dengan penyakit lain.
Diagnossa untuk penyakit ini biasanya berdasarkan gejala yang ditimbukan serta didukung oleh pengukuran kadar antibodi terhadap bakteri di dalam darah. Sehingga pengobatan yang diberikan melalui pemberian antibiotik oral jika masih stadium awal dan melalui intravena (pembuluh darah) jika sudah stadium lanjut atau adanya penyakit yang menetap.
Karena penyakit Lyme disebabkan oleh kutu yang menggigit tubuh, maka penting untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari kutu. Semprotan serangga juga dapat membantu melindungi lingkungan sekitar serta gunakan celana panjang atau sepatu bot jika ingin pergi ke tempat yang diduga berisiko terdapat kutu penyebab Lyme.
Periksakan selalu anak dan hewan peliharaan apakah terdapat kutu atau tidak, serta rajin mencuci kulit, kepala dan baju setelah bepergian untuk mencegah gigitan kutu dan transmisi penyakit lainnya.












































