Pemeriksaan 12 jenis tumor marker sekaligus dalam satu kali pemeriksaan ini baru pertama kali di Indonesia, yang dirintis oleh Laboratorium Klinik Prodia Jakarta. Bekerjasama dengan Malaysia, kini pemeriksaan 12 jenis tumor marker bisa dideteksi langsung dengan menggunakan sebuah protein chip.
Selama ini, pemeriksaan tumor marker hanya bisa dilakukan satu per satu. Tapi kini, dengan teknologi Biomarker C12 Protein Chip, 12 jenis tumor marker bisa langsung terdeteksi untuk skrining beberapa jenis penyakit kanker antara lain kanker hati, paru, lambung, esophagus (kerongkongan), prostat, usus besar, payudara, ovarium, pankreas, rahim, testis, kandung kemih dan endometrium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data dari Anti Cancer Research tahun 2004, kenker diketahui sebagai penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah jantung. Tapi pada tahun 2010 diprediksikan menjadi pembunuh nomor 1. Biasanya penderita kanker baru sadar dirinya terkena kanker saat memasuki stadium lanjut.
"Itu karena sel kanker tumbuhnya perlahan-lahan dan pada stadium awal umumnya tidak bergejala. Ditambah lagi dengan rasa malas untuk memeriksakan diri," ujar Dr Agus Kosasih, SpPK, konsultan Prodia dan penanggung jawab laboratorium patologi RS Kanker Dharmais.
"Prinsip dasar dari Biomarker C-12 Protein Chip adalah mendeteksi sinyal tumor atau kanker yang ada dalam tubuh melalui sampel darah. Secara sederhananya, darah dimasukkan ke dalam chip, lalu chip reader akan membaca sinyal adanya kanker dari protein asing dalam darah yang nanti disesuaikan dengan standarnya," jelas Dr Agus.
Tujuan utama dari penggunaan chip ini sebenarnya untuk memantau efek pengobatan terhadap perkembangan kanker. "Tapi bisa juga untuk sekedar ingin tahu saja, apa kita punya kanker atau tidak dalam tubuh. Karena meski kelihatan dari luar sehat-sehat saja, tapi sebenarnya setiap sel dalam tubuh kita berpotensi menjadi kanker. Apalagi kalau sudah ada benjolan yang agak aneh, harusnya langsung curiga sampai terbukti itu benar-benar kanker atau bukan," tutur Dr Agus.
Namun sayangnya, meski teknologi ini sudah ada di Indonesia, tapi alatnya hingga kini masih berada di Malaysia karena Biomarker C-12 Protein Chip ini merupakan hasil kerjasama laboratorium klinik Prodia dengan HSC Medical Centre Kulala Lumpur Malaysia.
"Kita hanya melakukan sampling darah disini. Untuk pemeriksaannya, kita kirim ke Malaysia. Tapi dengan begitu kan menguntungkan pasien juga, karena tidak usah repot-repot ke Malaysia. Hasilnya sudah bisa diketahui seminggu kemudian," ujar Ampi.
Jadi dengan alat ini, bisa diketahui bibit kanker apa saja yang bersarang dalam tubuh kita. Seperti paket komplit saja, mudah, murah dan cepat.












































