Dikutip dari ScienceDaily, Minggu (11/4/2010) penemuan ini hasil penelitian Susann Skovbjerg, mahasiswa doktoral di University of Gothenburg, Swedia. Ia meneliti 60 anak dengan glue ear, yang dibagi menjadi 3 kelompok.
Kelompok pertama diberi semprot hidung yang mengandung bakteri Streptococcus. Kelompok kedua mendapatkan Lactobacillus, sedangkan kelompok terakhir sebagai kontrol diberi semprotan kosong atau plasebo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skovbjerg punya dugaan atas temuan ini. Pemberian bakteri Strptococcus melalui semprotan hidung menurutnya telah menstimulasi sistem imun. Tubuh bereaksi mengatasi radang dan menghambat sekresi lendir.
Penelitian terdahulu telah membuktikan, penyemprotan bakteri juga efektif untuk mengatasi infeksi tenggorokan dan infeksi telinga akut pada anak.
Namun Skovbjerg menilai, butuh penelitian lebih lanjut untuk melihat apa sesungguhnya yang terjadi saat anak-anak itu disemprot bakteri.
Glue ear atau dalam istilah medis disebut secretory otitis media (SOM) adalah kondisi rongga telinga terisi cairan, biasanya muncul ketika terjadi infeksi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu gangguan pendengaran. Meski jarang, ini juga bisa memicu kerusakan permanen pada gendang telinga.
(up/ir)











































