Panduan Sehat Nonton Piala Dunia Dicemooh

Panduan Sehat Nonton Piala Dunia Dicemooh

- detikHealth
Senin, 07 Jun 2010 16:45 WIB
Panduan Sehat Nonton Piala Dunia Dicemooh
London - Bagi penggemar sepakbola, gelaran Piala Dunia 2010 merupakan kesempatan untuk berpesta. Pemerintah Inggris tampaknya tidak ingin ada warganya yang sakit sepanjang perhelatan tersebut, sehingga harus menerbitkan panduan nonton bola secara sehat. Tapi panduan itu malah dicemooh.

Dikutip dari Telegraph, Senin (7/6/2010), panduan yang dikeluarkan oleh The Food Standards Agency (FSA) tersebut terdiri dari 4 halaman. Sedangkan anjuran-anjuran sehat yang ada di dalamnya terbagi menjadi 5 bagian.

Dinilai tidak memihak sektor bisnis, panduan tersebut disambut dingin pengelola tempat hiburan. Aliansi Pembayar Pajak bahkan menyebutnya omong kosong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagian pertama misalnya, berisi anjuran bagi penyelenggara pesta dan acara nonton bersama untuk mengganti jenis hidangan yang disajikan. Salah satunya hindari keripik, ganti dengan buah segar.

Bagian kedua berisi pilihan sehat bagi yang menginginkan masakan khas timnas idola. Misalnya sardin Mediterania bagi fans Portugal, atau pasta ratatoullie bake bagi fans Prancis. Sedangkan anjuran bagi tifosi Italia adalah spaghetti isi terong (augbergine).

Bagian ketiga yang diberi judul Down The Pub menganjurkan penggemar sepakbola untuk berhati-hati memilih makanan kecil di pub lokal atau bar. Sebabnya, makanan di tempat itu dinilai cenderung banyak mengandung garam dan lemak tersaturasi.

Karena sebagian besar pertandingan dimulai malam hari, disarankan untuk makan malam dulu di rumah. Jika harus makan di pub, pilih daging giling dan saus tomat sebagai pelengkap pasta. Hindari keripik, pilih kentang rebus dan daging gulung.

Bagian keempat, yang diberi judul Keep an Eye on The Drink adalah soal minuman. Karena pertandingan sepakbola berlangsung cukup lama, penggemar tidak dianjurkan untuk minum bir terlalu banyak.

Sebisa mungkin, pilih minuman bersoda yang dikombinasikan dengan jeruk atau limun. FSA menyarankan agar tidak terpengaruh dengan pengunjung yang lain, karena pasti akan ada yang minum alkohol di sekitarnya.

Di bagian terakhir, penggemar sepakbola yang ingin menonton siaran langsung di pub dianjurkan untuk berjalan kaki daripada naik bus. Dan pada jeda 15 menit sebelum babak kedua, penggemar dianjurkan berjalan-jalan ke luar ruangan untuk menghirup udara segar.

Pimpinan Aliansi Pembayar Pajak, Matthew Elliott mengatakan, "Para pembayar pajak tidak menginginkan nasehat yang menggurui, tentang apa yang harus dimakan, apa yang harus diminum dan apa yang harus dilakukan selama jeda istirahat".

Matthew menilai anjuran-anjuran tersebut pada umumnya kuno dan tidak banyak berguna. Penerbitan panduan tersebut dinilainya sebagai contoh bagaimana cara pemerintah menghambur-hamburkan anggaran.

Bagaimana tidak, anjuran tersebut dikeluarkan oleh FSA, badan yang memiliki anggaran tahunan sebesar 135 juta poundsterling (Rp 1,8 triliun). Gaji pimpinannya, Lord Rooker mencapai 54 ribu poundsterling (Rp 726 juta) per tahun.

Dua orang konsultan FSA, Professor Brian Wynne dan Dr Helen Wallace bahkan mengundurkan diri karena tak tega melihat anggarannya. Keduanya menilai, dana konsultasi sebesar 500 ribu poundsterling (Rp 6,7 miliar) lebih pantas digunakan untuk mendanai rumah sakit dan pendidikan.
(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads